Intime – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pemerintah terus mengerahkan kekuatan maksimal untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia.
Penanganan dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur dan peralatan untuk memastikan bencana tersebut dapat segera dikendalikan. Upaya tersebut mencakup penggunaan puluhan helikopter, belasan pesawat, ratusan sumur bor, ratusan pompa air, hingga ribuan personel.
“Kita telah kerahkan kekuatan yang sangat besar. Kita telah menunjukkan negara kita kuat,” ujar Prabowo saat memberi sambutan pada groundbreaking program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gigawatt peak (GWp), di Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8).
Menurut Prabowo, besarnya kekuatan yang dikerahkan merupakan bentuk keseriusan negara dalam menghadapi karhutla sekaligus memastikan masyarakat tidak menghadapi bencana tersebut sendirian. Ia juga menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya terhadap para petugas yang bekerja di lapangan.
“Saya bangga dengan prestasi petugas-petugas kita di lapangan. Ini saya sampaikan pada kesempatan ini karena kita, walaupun kita menghadapi cobaan, walaupun kita hadapi rintangan, hambatan, kita kuat, kita mampu, kita buktikan terus,” katanya.
Prabowo kemudian mencontohkan penanganan bencana di Aceh yang dapat diselesaikan dalam waktu relatif cepat, bahkan di luar perkiraan banyak pihak. Sementara di Nusa Tenggara Timur (NTT), pemerintah juga tengah berusaha memberikan respons yang sangat cepat dan masif atas kejadian gempa.
“Di Aceh kita selesaikan dalam waktu yang tidak mungkin diperkirakan oleh banyak pihak. Di NTT reaksi kita sangat cepat, sangat masif. Di mana-mana negara kita hadir,” ucapnya.
Prabowo menegaskan kehadiran negara dalam penanganan bencana merupakan bagian dari tanggung jawabnya sebagai kepala negara. Sebagai presiden, ia menyatakan memegang mandat rakyat sekaligus bertugas menghimpun seluruh kekuatan negara untuk menghadapi berbagai tantangan.
Prabowo menambahkan, kekuatan negara pada dasarnya bersumber dari kemampuan mengelola seluruh aset dan kekayaan bangsa secara optimal. Pengelolaan tersebut, kata Prabowo, harus dilakukan dengan prinsip kejujuran, patriotisme, kecintaan terhadap tanah air dan rakyat, serta rasa tanggung jawab yang besar.
“Kekuatan negara ini intinya adalah semua aset bangsa, semua kekayaan bangsa, harus dikelola dengan sebaik-baiknya,” kata Prabowo.

