Intime – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta warga berhenti membuang sampah ke sungai. Hal itu disampaikan saat Pramono meninjau pengerukan Anak Kali Krukut di Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (28/9).
Pramono mengatakan pengerukan sungai akan sia-sia jika warga masih membuang sampah sembarangan. Sampah dapat kembali menyumbat aliran sungai yang sudah dibersihkan.
“Kami meminta kepada masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran agar tidak membuang sampah ke sungai. Percuma kita lakukan perbaikan jika kebiasaan membuang sampah masih ada, karena hal itu akan membuat sungai cepat tersumbat kembali,” kata Pramono.
Anak Kali Krukut yang ditangani Pemprov DKI memiliki panjang total 2.315 meter. Aliran tersebut melewati tiga kelurahan, yakni Kebon Melati, Kebon Kacang, dan Kampung Bali.
Pengerjaan dibagi menjadi lima segmen. Progres paling jauh berada di Segmen 1C, dari Jalan Jati Bunder hingga Jalan Lontar Raya.
Pengerukan di lokasi tersebut sudah mencapai 376 meter dari total 390 meter. Sebanyak sekitar 2.494,2 meter kubik material telah diangkat.
Di Segmen 1B, pengerukan baru mencapai 91 meter dari total 345 meter. Volume material yang diangkat mencapai sekitar 236 meter kubik.
Pekerjaan di kawasan itu terkendala permukiman yang padat. Alat berat sulit dimobilisasi sehingga sebagian material harus diangkut secara manual.
Segmen 1A sepanjang 270 meter belum dikeruk karena masih terdapat bangunan di sisi jalan dan menunggu penataan kawasan. Sementara di Segmen 2, pengerukan baru mencapai 35 meter dari total 430 meter.
Adapun Segmen 3 sepanjang 880 meter, dari Blok G Pasar Tanah Abang hingga Jalan Jatibaru, masih dalam tahap perencanaan. Akses alat dan area loading menjadi kendala pengerjaan.
Pramono mengatakan Pemprov DKI tidak hanya akan mengeruk sungai. Kawasan sepanjang sekitar 2,3 kilometer itu akan ditata secara terpadu.
Rencananya mencakup pembangunan turap, pembenahan MCK komunal, dan penghijauan di sepanjang bantaran.
“Kami tidak melakukan penggusuran karena masyarakat rata-rata sudah tinggal puluhan tahun dan mencari nafkah di kawasan ini,” ujarnya.
Pramono meminta Dinas Sumber Daya Air DKI mempresentasikan rencana teknis pada pekan depan. Pekerjaan fisik ditargetkan mulai awal 2027 dan selesai pada 2028.

