Pramono Sebut 34 Potensi Kebakaran di Jakarta Berhasil Dicegah

Intime – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan sebanyak 34 potensi kebakaran di Jakarta berhasil dicegah melalui respons cepat warga dan koordinasi dengan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan. Pelaporan sejak dini dan gotong royong masyarakat dinilai menjadi kunci mencegah api membesar.

“Berkat komunikasi yang baik dan tindakan preventif, sebenarnya hampir ada kalau enggak salah 34 kebakaran di Jakarta yang berhasil kita tahan, kita cegah,” kata Pramono di Jakarta Pusat, Selasa (6/10).

Pramono mengatakan, pencegahan dilakukan sejak laporan awal diterima petugas. Warga turut membantu penanganan secara gotong royong, terutama di kawasan permukiman padat penduduk yang berisiko mengalami kebakaran.

Ia mencontohkan kawasan Tambora dan Cakung sebagai wilayah yang membutuhkan kewaspadaan tinggi. Di daerah dengan kepadatan bangunan seperti itu, kecepatan warga menyampaikan informasi kepada petugas dapat menentukan keberhasilan penanganan awal.

“Begitu di awal, masyarakat sudah memberitahu kepada dinas kebakaran dan juga masyarakat secara gotong royong melakukan pencegahan itu, terutama di daerah-daerah padat seperti yang saya sebutkan, yaitu Tambora, Cakung, dan sebagainya,” ujarnya.

Menurut Pramono, sistem penanggulangan kebakaran di Ibu Kota relatif telah dirancang dengan baik. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyediaan alat pemadam api ringan (APAR) di setiap rukun warga (RW).

Keberadaan APAR di lingkungan permukiman diharapkan membantu masyarakat melakukan penanganan awal sebelum petugas pemadam kebakaran tiba. Namun, Pramono mengingatkan bahwa ketersediaan peralatan saja tidak cukup jika kondisinya tidak terawat atau tidak dapat digunakan ketika keadaan darurat.

Karena itu, ia meminta pemeriksaan ulang terhadap APAR yang telah disediakan di tingkat RW. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan seluruh peralatan berfungsi optimal saat dibutuhkan.

“Saya harus melakukan pengecekan lagi apakah alatnya itu masih berfungsi dengan baik atau tidak,” kata Pramono.

Ia menegaskan, pencegahan kebakaran tidak hanya bergantung pada kesiapan petugas, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat dan kelancaran komunikasi di lapangan.

“Intinya adalah koordinasi di lapangan yang menjadi penting. Keterlibatan masyarakat memberitahu kepada Damkar dan sebagainya, itulah yang menjadi kata kunci di dalam kita memberikan penanggulangan untuk kebakaran yang di Jakarta,” ujarnya.

Pramono berharap koordinasi antara warga dan petugas terus diperkuat agar potensi kebakaran dapat diketahui lebih awal dan tidak berkembang menjadi kebakaran besar, terutama di kawasan permukiman padat Jakarta.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini