Intime – Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak kepolisian segera menemukan pelaku dugaan pengeroyokan terhadap Koordinator BEM Universitas Indonesia (UI), Hafidz Hernanda, di Tebet, Jakarta Selatan. DPR juga akan menyoroti kasus tersebut melalui Komisi III.
Puan meminta polisi mengusut dugaan penganiayaan itu secara menyeluruh. Menurutnya, pihak yang terlibat harus segera ditemukan agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
“Kemudian terkait dengan yang tadi disampaikan kami akan meminta kepada pihak kepolisian untuk bisa menyelidiki hal tersebut dengan sebaik-baiknya. Kemudian segera menemukan pelakunya,” kata Puan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (6/10).
Puan menegaskan, DPR akan meminta penjelasan lebih lanjut mengenai peristiwa yang menimpa Hafidz. Komisi III DPR, yang membidangi penegakan hukum, akan menanyakan bagaimana dugaan pengeroyokan tersebut bisa terjadi.
“Dan tentu saja nanti di Komisi III kami akan tanyakan kenapa itu bisa terjadi dan hal-hal seperti itu tidak boleh terulang kembali,” ujarnya.
Kasus dugaan pengeroyokan terhadap Hafidz menjadi perhatian setelah rekaman kejadian beredar di media sosial. Peristiwa itu diduga berlangsung pada Minggu (4/10/2026) di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.
Berdasarkan informasi yang beredar, Hafidz diduga diserang orang tak dikenal saat mengendarai sepeda motor. Serangan tersebut membuatnya terjatuh sebelum kemudian mengalami penganiayaan.
Identitas orang-orang yang diduga terlibat serta motif penyerangan belum dipastikan dalam keterangan yang disampaikan Puan. Karena itu, penyelidikan kepolisian dibutuhkan untuk mengungkap kronologi dan pihak yang bertanggung jawab.
Puan meminta agar pengusutan tidak berhenti pada penanganan awal, tetapi juga berujung pada ditemukannya pelaku.
DPR melalui Komisi III akan meminta penjelasan mengenai kasus tersebut sebagai bagian dari perhatian terhadap proses penegakan hukum. Puan berharap penyelidikan dapat memberikan kejelasan mengenai kejadian yang menimpa koordinator BEM UI itu.
Dugaan pengeroyokan ini juga kembali menjadi sorotan setelah rekamannya menyebar luas di media sosial. Meski demikian, informasi yang beredar perlu dikonfirmasi melalui proses penyelidikan agar fakta kejadian dapat dipastikan.
Puan menegaskan, dugaan kekerasan tersebut tidak boleh terulang. Ia meminta kepolisian bekerja secara menyeluruh untuk mengungkap kasus dan menemukan pihak yang bertanggung jawab.

