Intime – Pelayanan kesehatan bukan lagi sekadar tempat berobat. Namun, menjadi ruang sosial dan pusat aktivitas warga, khususnya lansia.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah meninjau peresmian Puskesmas Pembantu (Pustu) Meruya Selatan II, Kembangan, Jakarta Barat, Senin (18/5). Kehadiran fasilitas ini disebut menjadi wajah baru pelayanan kesehatan berbasis komunitas di Jakarta.
Tak hanya menyediakan layanan medis dasar, Pustu Meruya Selatan II juga dilengkapi ruang bersalin, area bermain anak, hingga fasilitas khusus lansia untuk berolahraga dan bercocok tanam hidroponik.
“Memang prioritas dari gubernur dan wakil gubernur adalah meningkatkan fasilitas kesehatan, khususnya yang ada di Jakarta Barat,” kata Ima.
Menurutnya, pembangunan fasilitas kesehatan akan terus diperluas, terutama di kelurahan yang belum memiliki Puskesmas dan wilayah yang masih rawan banjir.
“Itu menjadi prioritas kita ke depan,” ujarnya.
Ima menilai konsep Pustu Meruya Selatan II berbeda karena menghadirkan fungsi sosial bagi warga sekitar. Ia mengaku terkesan setelah berbincang langsung dengan para lansia yang rutin memanfaatkan fasilitas olahraga di lokasi tersebut.
“Mereka setiap hari datang ke sini. Selama ini enggak pernah punya fasilitas seperti itu,” ucapnya.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut Pustu Meruya Selatan II mendapat respons positif dari masyarakat. Dalam sehari, fasilitas tersebut mampu melayani sekitar 80 hingga 100 pasien.
Menurut Pramono, keberadaan ruang interaksi sosial bagi lansia menjadi nilai tambah yang jarang ditemukan di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
“Baru pertama kali saya melihat ada kelompok lansia, bahkan usia 83 tahun, memanfaatkan Puskesmas ini untuk berkumpul, berolahraga, dan bersilaturahmi,” kata Pramono.
Ia menjelaskan, Pustu Meruya Selatan II melayani empat RW dengan dukungan 17 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter umum, dokter gigi, bidan, hingga perawat.
Pemprov DKI Jakarta sendiri saat ini memiliki 31 rumah sakit, 44 Puskesmas, dan 292 Puskesmas Pembantu. Dua rumah sakit tambahan juga tengah disiapkan.
“Itulah ujung tombak Pemerintah DKI Jakarta untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat,” jelas Pramono.
Selain meningkatkan layanan kesehatan, Pramono berharap keberadaan Pustu di tengah permukiman warga juga dapat membantu menekan kawasan kumuh melalui intervensi kesehatan lingkungan yang lebih cepat dan merata.
“Karena saya ingin Jakarta semakin baik, semakin bersih. Mudah-mudahan persoalan RW kumuhnya juga semakin kecil,” pungkasnya.

