Resmi Ditutup, Festival Budaya Rusia di Unkris Pikat 500 Mahasiswa

Intime — Rangkaian Festival Bahasa dan Budaya Rusia bertajuk The Beauty of Russian Word and Culture resmi berakhir pada Rabu (16/9). Kegiatan yang digelar melalui kolaborasi Universitas Krisnadwipayana (Unkris) dan Ural State Pedagogical University (USPU), Rusia, tersebut mendapat antusiasme tinggi dengan sekitar 500 pengunjung selama tiga hari pelaksanaan.

Festival yang berlangsung sejak 14 September 2026 itu diikuti mahasiswa Unkris, mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Jakarta, serta masyarakat umum. Beragam kegiatan disuguhkan untuk memperkenalkan bahasa dan kekayaan budaya Rusia kepada masyarakat Indonesia.

Selama festival berlangsung, tiga delegasi akademisi USPU, yakni Vasilina Savinovskikh, Yana Belyaeva, dan Prof. Daria Starkova, menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan budaya. Pengunjung dapat menyaksikan suguhan audio-visual tentang kebudayaan Rusia, pameran fotografi, hingga mengikuti kelas interaktif pengenalan bahasa Rusia.

Puncak rangkaian kegiatan ditandai dengan acara penutupan yang berlangsung meriah. Sejumlah doorprize dan suvenir khas Rusia dibagikan kepada para pengunjung sebagai bagian dari rangkaian penutup festival.

Prof. Daria Starkova, salah satu delegasi USPU sekaligus guru besar bidang pedagogi, mengapresiasi antusiasme mahasiswa dan masyarakat Indonesia terhadap kegiatan tersebut.

“Kami bersama delegasi USPU merasa sangat terkesan dengan antusiasme dan sambutan hangat dari para mahasiswa maupun masyarakat Indonesia. Kami yakin langkah kecil ini dapat menjadi jembatan strategis bagi kedua negara untuk membangun solidaritas dan kolaborasi yang semakin erat di masa depan,” ujar Daria.

Sementara itu, Dr. Ade Reza Hariyadi, selaku inisiator kerja sama antara Unkris dan USPU, menilai festival tersebut memiliki arti strategis dalam memperkuat hubungan Indonesia dan Rusia, khususnya di bidang pendidikan dan kebudayaan.

“Rusia dan Indonesia adalah dua negara besar yang bersahabat dan memiliki peranan penting dalam membangun peradaban dunia yang multipolar. Festival ini menjadi kesempatan berharga bagi Indonesia untuk mempromosikan kekayaan budaya kita kepada Rusia,” kata Reza.

Menurut Reza, meski festival hanya berlangsung selama tiga hari, kegiatan tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi kerja sama yang lebih luas antara kedua institusi.

“Kami sangat optimistis kerja sama ini dapat terus berlanjut dan menjadi entry point bagi para mahasiswa untuk mengakses berbagai kesempatan, termasuk melanjutkan studi di Rusia,” tegasnya.

Penutupan festival sekaligus memperkuat komitmen Unkris dan USPU untuk memperluas kerja sama di bidang akademik, pertukaran budaya, serta hubungan antarmasyarakat (people-to-people) antara Indonesia dan Rusia.

Kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan festival, tetapi berkembang menjadi berbagai program pendidikan dan kebudayaan yang dapat membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa kedua negara.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini