Intime – Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mendukung Polda Metro Jaya memburu dan menangkap aktor intelektual di balik kerusuhan 27 Agustus 2026 di Jakarta.
Sahroni yakin polisi mampu mengungkap pihak yang berada di balik kerusuhan tersebut. Namun, dia meminta polisi memastikan orang yang ditangkap benar-benar terlibat.
“Saya dukung Polda Metro Jaya tangkap aktornya jangan dibiarkan bebas, siapapun segera tangkap,” kata Sahroni kepada wartawan, Kamis (3/9).
“Aktor beneran ya jangan asal tangkap bisa bumerang nanti,” sambungnya.
Politikus Partai NasDem itu meyakini ada aktor intelektual di balik kerusuhan yang terjadi di sekitar Gedung DPR dan sejumlah wilayah Jakarta.
Menurut Sahroni, kepolisian memiliki kemampuan untuk mengusut rangkaian tindak pidana tersebut. Dia yakin aktor intelektual bisa segera ditemukan.
“Polisi sangat pintar usut kejadian tindak pidana demikian pasti dapat dalam waktu dekat aktor intelektual pasti ada,” ujarnya.
Polda Metro Jaya sebelumnya menyatakan masih mengejar pihak yang diduga menjadi aktor di balik kerusuhan. Polisi juga menelusuri pihak yang diduga menggerakkan massa hingga penyedia dana.
“Dan kami terus berkomitmen untuk mengusut aktor-aktor intelektual maupun penggerak, penyedia dana dalam kerusuhan yang ditimbulkan,” kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin, Rabu (2/9).
Iman menyebut massa yang terlibat kerusuhan berbeda dengan massa pengunjuk rasa. Polisi menduga terdapat mobilisasi terhadap massa tersebut.
Dia mengatakan pola itu memiliki kemiripan dengan kerusuhan yang terorganisir.
Polisi juga meminta agar anak-anak tidak dilibatkan dalam kegiatan yang melanggar hukum.
“Kami mengimbau agar semua pihak menghentikan eksploitasi terhadap anak-anak dengan cara melibatkan anak-anak dalam kegiatan yang melawan hukum untuk kepentingan pribadi atau golongan,” kata Iman.
Menurutnya, anak-anak semestinya mendapat perlindungan dan tidak ditempatkan dalam situasi yang membahayakan.
Polda Metro Jaya hingga kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara menyeluruh pihak-pihak yang diduga berada di balik kerusuhan 27 Agustus. Pengusutan dilakukan terhadap pelaku di lapangan maupun pihak yang diduga menggerakkan dan membiayai kerusuhan.

