Pramono Arahkan APBD untuk Warga, Sekolah Negeri di Jakarta Dibangun Lebih Modern

Intime — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung terus mendorong agar pembangunan di Jakarta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satu fokusnya adalah meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan melalui program revitalisasi sekolah negeri.

Di bawah kepemimpinan Pramono, sejumlah sekolah negeri dibangun dan dibenahi dengan fasilitas yang lebih modern, representatif, serta menyesuaikan kebutuhan siswa.

Salah satunya terlihat di SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dan SDN Kebayoran Lama Selatan 11, Jakarta Selatan. Kedua sekolah tersebut kini menempati satu gedung baru hasil revitalisasi total.

Gedung empat lantai itu dibangun dengan nilai sekitar Rp50 miliar. Anggarannya bersumber dari dana kompensasi pelampauan Koefisien Lantai Bangunan (KLB).

Gedung baru tersebut dilengkapi berbagai fasilitas, mulai dari lift, sarana ramah disabilitas, fasilitas olahraga terpadu hingga puluhan ruang kelas.

Revitalisasi ini menjadi gambaran bagaimana kebijakan pembangunan diarahkan tidak hanya pada pembangunan infrastruktur berskala besar, tetapi juga pada kebutuhan dasar warga, salah satunya pendidikan.

Bagi Pramono, pembangunan sekolah memiliki arti penting karena kualitas fasilitas pendidikan menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia Jakarta.

Sejumlah orang tua murid dan masyarakat menyambut positif perubahan tersebut. Mereka menilai keberadaan gedung sekolah yang lebih nyaman dan fasilitas yang semakin lengkap dapat mendukung proses belajar siswa.

Program revitalisasi juga dilakukan di sejumlah sekolah lain di Jakarta, antara lain SDN Cilandak Barat 08, SDN Pekayon 05 Jakarta Timur, SDN Lebak Bulus 04, SDN Jatipulo 08, dan SDN Pondok Labu 12.

Langkah tersebut menunjukkan upaya Pemprov DKI memperluas pembenahan fasilitas pendidikan di berbagai wilayah. Dengan demikian, sekolah negeri di Jakarta diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar pembelajaran, tetapi juga menyediakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan layak bagi seluruh siswa.

Namun, pembangunan gedung juga perlu diikuti dengan pemeliharaan secara berkelanjutan. Masyarakat berharap fasilitas yang telah dibangun dengan anggaran pemerintah tersebut dirawat secara rutin sehingga dapat digunakan dalam jangka panjang.

Selain infrastruktur, peningkatan mutu pendidikan juga membutuhkan kualitas tenaga pendidik dan proses pembelajaran yang baik. Karena itu, revitalisasi sekolah diharapkan menjadi bagian dari kebijakan yang lebih luas untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Jakarta.

Dengan arah kebijakan tersebut, penggunaan APBD di sektor pendidikan diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi benar-benar bermuara pada peningkatan kualitas layanan yang dirasakan langsung oleh warga.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini