Truk Tambang Bikin Warga Geram, Jaro Ade Minta Aparat Tak Tutup Mata

Intime – Keresahan warga Parung Panjang, Kabupaten Bogor, kembali mencuat setelah truk-truk tambang masih ditemukan melintas di jalan raya. Keberadaan kendaraan berat tersebut memicu protes warga karena dinilai mengganggu kenyamanan dan menimbulkan polusi udara.

Protes berlangsung pada Rabu (12/8) sekitar pukul 20.30 WIB di wilayah Jagabaya. Warga membakar ban dan memblokade jalan menggunakan tumpukan batu sebagai bentuk penolakan terhadap aktivitas truk tambang.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bogor karena dikhawatirkan memicu aksi yang lebih luas. Pemerintah pun meminta warga tidak mengambil tindakan yang dapat berujung pada pelanggaran hukum.

Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi atau Jaro Ade mengimbau masyarakat tetap tenang dan menahan diri. Ia meminta warga menyerahkan penanganan persoalan tersebut kepada pemerintah dan aparat penegak hukum.

“Mohon pengertiannya, jaga untuk tetap kondusif. Mohon bersabar, jangan bertindak di luar hukum,” kata Jaro Ade dalam pesan yang beredar di grup WhatsApp warga Parung Panjang.

Menurut Jaro Ade, persoalan tersebut telah dikoordinasikan dengan Kapolres Bogor. Ia meminta aparat menelusuri asal truk-truk tambang yang masih beroperasi dan menindak tegas apabila ditemukan pelanggaran.

“Kalau ini sumber dari galian liar, kami sudah sampaikan ke Pak Kapolres,” tegasnya.

Keresahan warga Parung Panjang terhadap truk tambang bukan persoalan baru. Selama bertahun-tahun, lalu lintas kendaraan berat di wilayah tersebut kerap dikeluhkan karena menimbulkan debu, kemacetan, kerusakan jalan, hingga persoalan keselamatan pengguna jalan.

Munculnya kembali truk tambang di tengah kebijakan penghentian aktivitas pertambangan di wilayah Parung Panjang, Cigudeg, dan Rumpin pun berpotensi kembali memanaskan situasi.

Warga kini menunggu langkah konkret pemerintah dan aparat untuk memastikan aturan benar-benar diterapkan di lapangan. Kepastian penindakan dinilai penting agar keresahan tidak berkembang menjadi konflik antara masyarakat dan pelaku usaha angkutan tambang.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini