Intime – Potongan video pengakuan Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK), Muhammad Abdimaludin, viral di media sosial. Dalam video itu, Abdimaludin mengaku menerima sejumlah uang terkait aksi demonstrasi ‘Tata Ulang Indonesia’ yang digelar pada Senin (15/6).
“Terkait persoalan yang menjadi objek pembicaraan, terkait uang itu, saya memang menerima,” kata Abdimaludin dalam video yang diunggah akun Instagram @marhaenpress dan dilihat pada Selasa (23/6).
Abdi tak membeberkan total uang yang dijanjikan. Namun, dia menyebut dana yang diterimanya baru sekitar 20 persen dari keseluruhan nominal.
Dia mengungkapkan sebagian uang tersebut telah digunakan untuk keperluan pribadi dan dibagikan kepada sejumlah pihak.
“Rp 2,5 juta ke dua alumnus, Rp 2 juta ke wakil saya, Rp 2 juta ke Mubarak, dan Rp 2 juta ke BEM FE UBK,” ujarnya.
Abdi mengatakan uang itu diterimanya melalui seorang anggota kepolisian yang dikenalnya dari salah seorang alumnus UBK. Menurut dia, uang tersebut diberikan agar massa yang dipimpinnya tidak melanjutkan aksi menuju Patung Kuda, Jakarta Pusat.
Selain itu, mahasiswa disebut diminta untuk melakukan mediasi tertutup dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Sebelumnya, mahasiswa UBK menggelar aksi bertajuk ‘Tata Ulang Indonesia’ dengan bergerak dari kampus UBK di Cikini menuju Patung Kuda. Massa sempat terlibat aksi saling dorong dengan aparat di kawasan Tugu Tani.
Setelah itu, sebanyak 15 perwakilan mahasiswa bertemu dengan Wapres Gibran Rakabuming Raka di Kantor Wakil Presiden selama sekitar 60 menit.
Usai pertemuan tersebut, Abdi mengatakan sejumlah tuntutan mahasiswa telah disampaikan kepada Gibran. Isu yang dibahas antara lain evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.
“Pak Wapres mencatat poin-poin tuntutan kami, di antaranya evaluasi dan perbaikan segala bentuk yang janggal di negara hari ini seperti makan bergizi gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih,” kata Abdi.
Dia juga sempat menyatakan mahasiswa akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa lebih besar apabila tuntutan yang disampaikan tidak dipenuhi dalam waktu lima hari.


