Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi Copot Foto Gibran Pascaputusan MK

Intime – Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi Rojab Asy’ari mencopot foto Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dari ruang kerjanya. Politikus Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) itu menyebut aksi tersebut sebagai bentuk protes pribadi terhadap polemik ijazah Gibran.

Rojab mengatakan keputusan itu diambil setelah mencermati fakta persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK). Ia mengaku merasa malu dengan fakta yang menurutnya menunjukkan Gibran tidak dapat membuktikan dokumen pendidikan setara SMA dalam persidangan.

“Ya ini kan menyikapi fakta persidangan kemarin di Mahkamah Konstitusi berkaitan dengan putusan MK. Itu kan memang dinyatakan di fakta persidangan bahwa Gibran Rakabuming Raka itu tidak bisa membuktikan berkaitan dengan ijazah setara SMA seperti kayak gitu,” kata Rojab kepada wartawan, Kamis (8/10).

Rojab mengakui perkara tersebut tidak berujung pada pembuktian bahwa Gibran melanggar syarat pendidikan. Namun, dia tetap memilih menunjukkan sikap politik dengan menurunkan foto wapres dari ruang kerjanya.

“Meskipun memang di proses persidangan itu tidak terbukti, nah saya sebagai Wakil Ketua DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan ya merasa malu juga kan seperti kayak gitu. Ya terpaksa dengan sikap politik saya,” ujarnya.

Dia menegaskan foto Gibran hanya diturunkan sementara. Foto tersebut kini dititipkan kepada Sekretariat DPRD Kota Sukabumi.

Menurut Rojab, foto Gibran akan kembali dipasang apabila proses hukum selanjutnya menghasilkan fakta yang menyatakan ijazah Gibran sah secara hukum.

“Dan kita tadi menyerahkan, menitipkan dulu ke Sekretariat DPRD. Ini sifatnya sementara dan hanya di ruangan saya,” jelasnya.

Rojab menegaskan aksinya merupakan sikap politik pribadi. Dia belum berkonsultasi secara khusus dengan struktur PDIP terkait keputusan tersebut.

Berbeda dengan foto Gibran, foto Presiden Prabowo Subianto tetap dipertahankan di ruang kerja Rojab.

“Untuk Presiden saya masih pertahankan, Pak Prabowo ada tetap terpampang di ruangan saya,” ucapnya.

Soal kemungkinan fraksi lain mengikuti langkahnya, Rojab menyerahkan keputusan tersebut kepada masing-masing fraksi.

Sementara mengenai wacana impeachment terhadap Gibran, Rojab menyebut dirinya tidak memiliki kewenangan untuk mengambil langkah tersebut.

“Oh saya tidak tahu ya. Kalau impeachment itu kan urusan DPR RI,” katanya.

Menurut Rojab, kewenangannya hanya sebatas menurunkan foto Gibran sebagai bentuk sikap politik pribadi, sedangkan proses pemakzulan berada di tingkat DPR RI.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini