Wibi Andrino Usul Warga yang Jalan Kaki dan Bersepeda Dapat Insentif

Intime – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino mengusulkan warga yang berjalan kaki dan bersepeda mendapatkan insentif dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Usulan itu disampaikan Wibi dalam momentum Hari Perhubungan Nasional. Dia meminta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mempertimbangkan pemberian insentif bagi masyarakat yang memilih transportasi aktif.

“Di momentum Hari Perhubungan, saya ingin mengusulkan satu hal kepada Pak Gubernur Pramono Anung. Saatnya Jakarta memberikan insentif kepada warga yang berjalan kaki dan bersepeda,” kata Wibi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (29/9).

Menurut Wibi, selama ini kendaraan listrik telah mendapatkan berbagai bentuk insentif. Sementara itu, masyarakat pengguna transportasi umum juga mendapatkan dukungan melalui subsidi public service obligation (PSO).

Dia menilai warga yang berjalan kaki dan bersepeda juga memberikan kontribusi terhadap sistem transportasi Jakarta. Mereka dinilai membantu mengurangi jumlah kendaraan di jalan dan tidak menghasilkan emisi kendaraan selama perjalanan.

Selain itu, berjalan kaki dan bersepeda dapat mendorong masyarakat lebih aktif secara fisik.

Wibi mengatakan skema insentif bagi pengguna sepeda telah diterapkan di sejumlah negara. Dia mencontohkan Belgia yang memiliki skema kompensasi bagi pekerja yang menggunakan sepeda untuk perjalanan menuju tempat kerja.

Belanda, lanjut dia, juga mendorong perusahaan memberikan tunjangan perjalanan bagi pekerja yang bersepeda.

Menurut Wibi, Jakarta dapat membuat skema sendiri yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Salah satu gagasan yang dia tawarkan adalah pemberian poin berdasarkan aktivitas berjalan kaki dan bersepeda.

Poin tersebut nantinya bisa ditukarkan dengan berbagai manfaat. Misalnya, saldo TransJakarta, MRT, LRT, akses fasilitas olahraga milik Pemprov DKI, maupun manfaat lainnya.

Wibi menegaskan insentif tersebut bukan sekadar hadiah bagi warga. Menurut dia, kebijakan itu dapat menjadi stimulus agar masyarakat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan mengombinasikan jalan kaki atau sepeda dengan transportasi publik.

“Jadi bukan sekadar memberi hadiah. Kita sedang memberikan dorongan agar semakin banyak orang mau meninggalkan kendaraan pribadi dan menggabungkan jalan kaki, sepeda, serta transportasi publik dalam perjalanan sehari-hari,” ujarnya.

Dia menilai kebijakan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya membangun sistem transportasi Jakarta yang lebih ramah lingkungan.

“Kalau kendaraan rendah emisi kita beri insentif, maka warga yang memilih berjalan kaki dan bersepeda juga layak kita beri insentif,” kata Wibi.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini