Bacakan Pledoi, Nadiem Ngaku Tak Terima Uang Sepeser pun dari Proyek Chromebook

Intime – Mantan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim membacakan pledoi atau nota pembelaan pribadinya dalam sidang dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (2/6). Dalam pembelaannya, Nadiem membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

Nadiem menegaskan tidak pernah mengarahkan bawahannya untuk memilih Chrome OS dalam proyek pengadaan laptop untuk sekolah. Ia bahkan mengaku memiliki bukti percakapan WhatsApp yang menunjukkan dirinya meminta tim mempertimbangkan opsi sistem operasi Windows.

“Lebih baik semua sekolah dapat laptop daripada semuanya harus Chromebook,” kata Nadiem mengutip pesan yang pernah ia kirim kepada salah satu bawahannya.

Menurut Nadiem, jaksa tidak pernah menunjukkan bukti yang membuktikan dirinya memerintahkan atau bersekongkol dalam pengadaan Chromebook. Ia mempertanyakan dasar tuduhan yang diarahkan kepadanya selama proses persidangan berlangsung.

Tak hanya itu, Nadiem juga membantah menerima keuntungan pribadi dari proyek tersebut. Ia mengatakan tidak ada laporan yang menunjukkan dirinya menerima uang atau saham dari pihak mana pun yang terkait dengan pengadaan Chromebook.

“Setelah lima bulan bersidang, tidak ada satu pun bukti bahwa saya menerima keuntungan, baik uang maupun saham,” tegasnya.

Dalam pledoinya, Nadiem juga menyoroti sejumlah program digitalisasi pendidikan yang menurutnya berhasil meningkatkan transparansi dan menutup celah penyimpangan anggaran. Ia menyebut platform digital pendidikan telah memangkas praktik-praktik yang selama ini membuka peluang korupsi.

Nadiem mengaku menerima jabatan menteri karena ingin memberikan kontribusi bagi pendidikan nasional, bukan untuk memperkaya diri.

“Itulah kenapa saya melakukan digitalisasi pendidikan. Bukan untuk menambah kekayaan saya, bukan demi ambisi politik. Saya mengabdi murni untuk menjaga masa depan negara yang saya cintai,” ujarnya.

Menutup pembelaannya, Nadiem menyebut dirinya tetap mencintai Indonesia dan berharap proses hukum yang dijalaninya dapat menghadirkan keadilan.

“Saya masih cinta dengan negara ini,” kata Nadiem di hadapan majelis hakim.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini