BEM UI Demo ‘Menuju Indonesia Bangkrut’, Ini Tuntutan yang Dibawa

Intime – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) menggelar aksi demonstrasi bertajuk “Menuju Indonesia Bangkrut” di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Jumat (12/6). Aksi tersebut digelar sebagai bentuk kritik terhadap kondisi ekonomi nasional yang dinilai semakin mengkhawatirkan.

Sejak pagi, sekitar pukul 09.00 WIB, ratusan mahasiswa mulai berkumpul di Lapangan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI, Depok. Mereka mempersiapkan keberangkatan menuju lokasi aksi sambil membawa sejumlah spanduk berisi tuntutan dan kritik terhadap pemerintah.

Salah satu spanduk yang menarik perhatian bertuliskan, “Gibran Raka Bullshit, #MenujuIndonesiaBangkrut, Rupiah Turun Prabowo Kapan?”

Kepala Departemen Aksi dan Propaganda BEM UI, Albani Ilmi, mengatakan sekitar 1.000 mahasiswa direncanakan mengikuti aksi tersebut. Massa dijadwalkan berangkat menuju Bundaran HI sekitar pukul 10.00 WIB.

Meski demikian, pelaksanaan aksi utama baru dimulai setelah waktu salat Jumat sebagai bentuk penghormatan kepada peserta yang menjalankan ibadah.

Menurut Albani, aksi tersebut dilatarbelakangi kekhawatiran mahasiswa terhadap kondisi perekonomian nasional yang dinilai menghadapi berbagai tekanan.

“Kami melihat bahwa dari sektor fiskal, moneter, dan pasar modal ini, Indonesia sedang menuju krisis ekonomi,” kata Albani.

Ia menilai sejumlah indikator ekonomi menunjukkan kondisi yang perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Karena itu, mahasiswa mendesak pemerintah untuk mengakui berbagai persoalan yang terjadi sekaligus mengambil langkah konkret untuk memperbaikinya.

Albani menegaskan aksi tersebut bukan sekadar demonstrasi satu kali, melainkan bagian dari upaya membangun kesadaran publik terhadap situasi yang tengah dihadapi bangsa.

“Kami ingin memantik semangat perjuangan dan pergerakan mahasiswa serta menyadarkan masyarakat mengenai kondisi yang terjadi saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BEM Fakultas Hukum UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, menjelaskan tuntutan yang dibawa dalam aksi merupakan hasil konsolidasi seluruh BEM fakultas di lingkungan UI.

Menurut dia, terdapat lima tuntutan utama yang akan disampaikan kepada pemerintah. Seluruh tuntutan tersebut disusun berdasarkan hasil diskusi dan kesepakatan bersama mahasiswa.

“Ada lima tuntutan utama yang akan kami suarakan. Semua poin tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama dari konsolidasi BEM se-UI,” kata Dimas.

Lima tuntutan yang akan dibawa dalam aksi tersebut meliputi:

1.Menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

2. Menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) serta kebutuhan pokok masyarakat.

3. Menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.

4. Menolak praktik militerisme dalam ranah sipil.

5. Mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengakui kesalahan pemerintah dan tidak menghindari kritik publik.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini