Danantara Buka Suara soal Badan Ekspor Baru: Kontrak Lama Dipastikan Aman

Intime – Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Sjahrir memastikan pembentukan badan ekspor pemerintah tidak akan mengusik kontrak-kontrak ekspor yang sudah berjalan.

Pandu menegaskan seluruh kontrak existing tetap dijalankan normal demi menjaga stabilitas bisnis dan kepercayaan investor di tengah rencana pembentukan pengelola ekspor komoditas strategis nasional.

“Kontrak existing pasti tetap ada dan jalan. Sekarang kita nggak mau mengganggu apa pun terkait kontrak-kontrak yang existing. Kami ingin semuanya lancar dan berjalan dengan baik,” ujar Pandu di Jakarta, Kamis (21/5).

Ia mengungkapkan pemerintah juga tengah menyerap masukan dari pelaku industri dan asosiasi usaha agar skema badan ekspor baru tidak memicu hambatan usaha di lapangan.

“Nanti kita lagi dapat masukan juga dari industri, bakal ketemu asosiasi dan pemain-pemain dalam dua hari ke depan, jadi harusnya oke,” katanya.

Sebelumnya, pemerintah menunjuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia sebagai pengelola perdagangan ekspor komoditas strategis nasional.

Perusahaan tersebut dipersiapkan untuk memperkuat tata kelola ekspor-impor, terutama di sektor batu bara, kelapa sawit, dan ferroalloy.

Dalam tahap awal, Danantara menjelaskan DSI hanya akan berperan sebagai perantara perdagangan komoditas ekspor. Namun ke depan, perusahaan itu ditargetkan berkembang menjadi trader komoditas yang membeli pasokan dari dalam negeri untuk dijual ke pasar global.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyebut langkah pembentukan badan ekspor diperlukan untuk memperkuat kontrol perdagangan komoditas strategis sekaligus menekan praktik under invoicing yang dinilai merugikan negara.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini