Intime – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi disorot setelah bertemu dengan sejumlah tokoh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB). Peneliti Politik BRIN Wasisto Raharjo Jati meminta Dedi lebih fokus mengurus persoalan di Jawa Barat.
Wasisto mengatakan masih banyak pekerjaan rumah di Jawa Barat yang membutuhkan perhatian Dedi. Di antaranya persoalan sampah hingga perbaikan infrastruktur.
“Saya pikir ada baiknya KDM fokus mengurus permasalahan di Jabar karena masih banyak yang belum terselesaikan, misalnya urusan sampah, perbaikan infrastruktur, dan lain sebagainya,” kata Wasisto kepada wartawan, Kamis (3/9).
Menurut Wasisto, aktivitas Dedi di luar wilayah tugasnya sebagai gubernur juga berpotensi memicu friksi di internal Partai Gerindra.
“Karena dikhawatirkan memunculkan friksi internal di partainya, Gerindra,” ujarnya.
Namun, Wasisto mengaku belum mengetahui apakah Gerindra memiliki aturan atau mekanisme internal yang mengatur aktivitas kadernya yang menjabat kepala daerah ketika ikut merespons persoalan di daerah lain.
“Saya kurang tahu apakah sudah ada mekanisme internal di Gerindra terkait ini,” kata dia.
Sebelumnya, Dedi bertemu Supriyono alias Botok dan sejumlah anggota AMPB pada Selasa (1/9). Dalam pertemuan tersebut, Dedi menyatakan dukungannya terhadap desakan agar RUU Perampasan Aset segera disahkan.
Pertemuan itu dilakukan setelah AMPB menggelar aksi di depan Gedung DPR RI pada 27 Agustus 2026.
Botok menyebut tuntutan pengesahan RUU Perampasan Aset telah diperjuangkan AMPB sejak aksi pada 13 Agustus 2025.
AMPB tidak hanya membawa isu nasional. Kelompok tersebut sebelumnya juga menyuarakan sejumlah persoalan lokal di Pati.
Pertemuan Dedi dengan AMPB kemudian menjadi sorotan karena Dedi merupakan Gubernur Jawa Barat. Wasisto menilai Dedi sebaiknya memastikan berbagai persoalan di Jawa Barat terlebih dahulu tertangani.
Menurut dia, kepala daerah memang dapat memberikan pandangan terhadap isu nasional. Namun, aktivitas tersebut jangan sampai membuat perhatian terhadap persoalan di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya berkurang.
Dengan masih adanya persoalan sampah, infrastruktur, dan masalah lainnya di Jawa Barat, Wasisto menilai fokus Dedi sebagai gubernur tetap semestinya diarahkan pada penyelesaian pekerjaan rumah di daerahnya.

