Intime – Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah M. Din Syamsuddin mengecam keras penggerebekan Pondok Pesantren (Ponpes) Putri Hamalatul Qur’an di Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah.
Dia mendesak Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengambil tindakan tegas terhadap aparat yang bertanggung jawab.
Penggerebekan oleh aparat gabungan Polda Jawa Tengah dan Polres Sukoharjo itu berlangsung pada 27 Oktober 2026 dini hari. Din menilai tindakan tersebut melampaui batas hukum, kejam, dan tidak berperikemanusiaan.
Mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat itu secara khusus menyoroti kabar dugaan perlakuan kasar terhadap seorang santriwati berusia 10 tahun.
“Apalagi diberitakan seorang santriwati berusia 10 tahun dipaksa tersungkur di bawah ancaman senjata laras panjang,” kata Din dalam keterangan tertulis, Minggu (1/11).
Menurut Din, tindakan aparat tersebut menyerupai aksi teror dan diduga kuat melanggar hak asasi manusia (HAM). Dia menilai peristiwa itu merupakan penyimpangan terhadap fungsi Polri sebagai penegak hukum sekaligus bentuk penodaan terhadap lembaga pendidikan Islam.
Din pun meminta Kapolri tidak tinggal diam. Dia mendesak pimpinan Polri menjatuhkan sanksi tegas kepada pejabat maupun anggota yang terbukti bertanggung jawab dalam penggerebekan tersebut.
“Tidak ada kata lain yang bijak kita sampaikan kepada Kapolri kecuali segera memecat Kapolda Jawa Tengah yang dianggap memerintahkan dan gagal menjalankan fungsi Polri sebagaimana mestinya, serta mengambil tindakan tegas terhadap para anggota Polri yang melakukan penggerebekan,” tegasnya.
Din memperingatkan, pengabaian terhadap kasus tersebut dapat memicu kemarahan masyarakat. Selain itu, pembiaran dinilai berpotensi semakin mengikis kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Dia menyebut kepercayaan masyarakat terhadap Polri dalam beberapa tahun terakhir telah mengalami penurunan. Karena itu, menurutnya, kasus di Sukoharjo harus menjadi momentum bagi Kapolri untuk membenahi institusi kepolisian.
“Inilah saatnya Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengambil tindakan tegas untuk membersihkan Kepolisian Negara dari stigma buruk dan membenahi ketidakprofesionalan Polri,” ujarnya.
Din juga mengajak umat Islam, terutama kalangan pesantren, untuk tetap tenang dan menjaga persatuan dalam menyikapi persoalan tersebut.
“Kepada umat Islam, khususnya kalangan pesantren, agar tetap tenang dan bersatu padu dalam sikap melawan kezaliman,” pungkas Din.

