Intime – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mendorong pemerintah pusat dan daerah mempercepat pemulihan sekolah yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menurut Lalu, percepatan diperlukan agar kerusakan fasilitas pendidikan tidak menghambat hak anak untuk memperoleh pendidikan. Ia juga mengingatkan keselamatan siswa dan guru harus menjadi prioritas dalam proses pemulihan.
“Pemerintah pusat dan daerah harus mempercepat pencairan anggaran, memperbaiki fasilitas sekolah, dan memberikan dukungan kepada guru serta siswa yang terdampak. Jangan sampai anak-anak menjadi korban kedua karena proses pemulihan pendidikan berjalan lambat,” kata Lalu dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (18/8).
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengatakan pemerintah perlu segera melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap tingkat kerusakan sekolah akibat gempa. Pendataan tersebut penting untuk menentukan langkah perbaikan sesuai kondisi masing-masing bangunan.
Ia meminta bangunan sekolah yang belum dinyatakan aman tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Sebagai gantinya, pemerintah perlu menyediakan ruang kelas sementara agar kegiatan pendidikan tetap berlangsung.
“Banyaknya sekolah yang rusak akibat gempa di NTT harus menjadi perhatian serius pemerintah karena menyangkut keselamatan dan hak anak untuk mendapatkan pendidikan,” ujarnya.
Lalu menilai pembangunan kembali sekolah juga tidak cukup hanya dengan memperbaiki bangunan yang rusak. Pemerintah harus memastikan konstruksi sekolah memenuhi standar bangunan tahan gempa.
“Pemerintah tidak boleh hanya memperbaiki bangunan lama. Sekolah yang dibangun kembali harus menggunakan standar konstruksi tahan gempa agar lebih aman dan tangguh,” kata dia.
Selain pemulihan infrastruktur, Lalu meminta pemerintah memperkuat mitigasi bencana di lingkungan sekolah. Menurutnya, kesiapsiagaan harus menjadi bagian dari pengelolaan satuan pendidikan, terutama di wilayah dengan risiko bencana tinggi seperti NTT.
Ia mendorong penyediaan jalur evakuasi yang jelas, pelaksanaan simulasi gempa secara berkala, serta pelatihan bagi guru dan siswa.
Dengan langkah tersebut, pemulihan pendidikan di NTT diharapkan tidak hanya mengembalikan aktivitas belajar, tetapi juga membangun lingkungan sekolah yang lebih aman dan siap menghadapi bencana di masa depan.

