Intime – Komisi A DPRD DKI Jakarta mendorong Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta menghadirkan terobosan baru guna meningkatkan partisipasi politik generasi muda, khususnya kalangan milenial, Gen Z, hingga generasi berikutnya.
Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Nasdiyanto, dalam rapat kerja bersama jajaran eksekutif terkait pembahasan komisi-komisi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur DKI Jakarta Tahun 2025 di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (24/4).
Menurutnya, perubahan komposisi pemilih harus direspons dengan kebijakan dan strategi baru yang lebih relevan dengan karakter generasi muda saat ini. Ia menilai, anak muda memiliki pola pikir, gaya komunikasi, serta cara menerima informasi yang berbeda dibanding generasi sebelumnya.
Karena itu, pendekatan konvensional dinilai tidak lagi cukup efektif untuk mendorong keterlibatan mereka dalam proses demokrasi.
“Ada terobosan-terobosan ya Pak, untuk mereka menggait partisipasi mereka di dalam nanti demokrasi,” ujar Nasdiyanto.
Ia pun mendorong Kesbangpol DKI Jakarta menghadirkan program-program inovatif yang mampu menarik minat generasi muda agar lebih aktif berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi. Program tersebut diharapkan tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan dan cara pandang anak muda.
Nasdiyanto menegaskan pentingnya edukasi politik yang dikemas secara kreatif, komunikatif, dan mudah dipahami. Dengan begitu, generasi muda dapat melihat bahwa politik bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan mereka.
“Program-program apa yang perlu menggenjot nih, atau menyadarkan, atau memberikan edukasi politik kepada mereka,” katanya.
Ia berharap, dengan langkah yang tepat dan inovatif, tingkat partisipasi pemilih muda pada pemilu mendatang dapat meningkat sesuai target yang diharapkan, sekaligus memperkuat kualitas demokrasi di Jakarta.
“Sehingga tingkat partisipasi pemilihan itu lebih sesuai yang kita harapkan,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Kesbangpol DKI Jakarta, Muhamad Matsani, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya pendidikan politik secara masif, terutama setelah melihat adanya penurunan partisipasi pada kontestasi sebelumnya.
Menurutnya, pendidikan politik tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga partai politik melalui kegiatan sosialisasi kepada masyarakat.
Selain itu, Kesbangpol DKI Jakarta juga menyiapkan pendekatan berbasis digital guna menjangkau pemilih muda yang lebih akrab dengan teknologi dan media sosial. Pelaksanaan program tersebut dilakukan bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
“Kita akan lakukan itu secara masif,” tandas Matsani.

