Intime – Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta, Dimaz Raditya, meminta PAM Jaya memprioritaskan percepatan layanan air bersih bagi masyarakat setelah resmi bertransformasi menjadi Perseroda. Menurutnya, perubahan status perusahaan harus diikuti peningkatan pelayanan yang nyata bagi warga Jakarta.
Pernyataan itu disampaikan Dimaz usai rapat kerja bersama jajaran BUMD di Ruang Rapat Komisi C DPRD DKI Jakarta, Senin (25/5).
“Kami berharap dengan perubahan menjadi Perseroda ini, PAM Jaya bisa menjadi lebih besar lagi,” ujar Dimaz.
Ia menegaskan, fokus utama PAM Jaya saat ini harus diarahkan pada perluasan cakupan layanan air bersih hingga menjangkau seluruh masyarakat Jakarta. Sebab, kebutuhan air bersih merupakan layanan dasar yang harus menjadi prioritas utama perusahaan daerah.
“PAM Jaya harus bisa mempercepat 100 persen cakupan layanan air bagi masyarakat di DKI Jakarta,” katanya.
Dimaz juga mengingatkan agar PAM Jaya tidak terlalu jauh mengembangkan program lain sebelum persoalan layanan dasar benar-benar terselesaikan. Menurutnya, pemerataan akses air bersih masih menjadi pekerjaan besar yang harus segera dituntaskan.
“Itu dulu saja sebelum yang lain-lain, yang terpenting cakupan layanan air di Jakarta,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin menyampaikan cakupan layanan air bersih saat ini telah mencapai 82 persen dan ditargetkan meningkat menjadi 90 persen pada 2026.
Untuk mengejar target tersebut, PAM Jaya terus menjalankan sejumlah proyek strategis, mulai dari pengembangan SPAM Jatiluhur, persiapan SPAM Karian, pembangunan instalasi pengolahan air, hingga perluasan jaringan perpipaan dan sambungan baru bagi warga.

