spot_img

Dua Peserta SPPI Meninggal saat Latsarmil, DPR Minta Evaluasi Program Koperasi Merah Putih

Intime – Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Ida Nurlaela Wiradinata, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya dua peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang tengah mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) di satuan pendidikan TNI.

Menurut Ida, peristiwa tersebut harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap desain Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

“Koperasi dibangun untuk memuliakan manusia, bukan sebaliknya. Jangan sampai semangat membangun ekonomi rakyat justru mengabaikan keselamatan dan perlindungan SDM yang menjadi penggeraknya,” kata Ida dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (24/6).

Ia menegaskan, Fraksi PDI Perjuangan sejak awal mendukung penguatan koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional sebagaimana amanat Bung Hatta dan konstitusi. Namun, menurut dia, upaya membangun koperasi tidak seharusnya dilakukan dengan pendekatan yang terlalu berorientasi pada target maupun seremonial.

Sebaliknya, pembangunan koperasi harus menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan. Dengan demikian, setiap tahapan pembinaan sumber daya manusia yang terlibat di dalamnya harus memperhatikan aspek keselamatan dan profesionalisme.

Ida menilai para calon pengelola koperasi desa merupakan aset bangsa yang dipersiapkan untuk menggerakkan perekonomian rakyat di tingkat akar rumput. Karena itu, negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan proses pembinaan berjalan sesuai kebutuhan riil pengembangan koperasi modern.

“Karena itu, negara wajib memastikan seluruh proses pembinaan berjalan aman, profesional, dan sesuai kebutuhan riil pengembangan koperasi modern di tingkat desa,” ujarnya.

Ia berharap peristiwa meninggalnya dua peserta SPPI tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pemangku kepentingan. Menurut dia, tujuan mulia membangun ekonomi kerakyatan harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap sumber daya manusia yang menjadi penggerak utama program tersebut.

“Pembangunan ekonomi rakyat harus tetap mengedepankan keselamatan manusia sebagai prioritas utama,” kata Ida.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini