Dukung Pilah Sampah dari Sumber, Bang Wibi Dorong Kolaborasi Warga dan Pemprov

Intime – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, mendukung gerakan pemilahan sampah secara mandiri dari sumber sebagai langkah memperkuat penanganan persoalan sampah di Ibu Kota.

Menurut Bang Wibi panggilan bekennya, pengelolaan sampah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Perubahan perilaku masyarakat dan kolaborasi antara warga dengan pemerintah daerah menjadi kunci agar gerakan tersebut berjalan efektif.

“Tentu ini menjadi satu gerakan bersama. Seluruh warga Jakarta harus ikut berkontribusi,” ujar Bang Wibi usai menghadiri pelantikan pimpinan tinggi pratama Pemprov DKI Jakarta di Balai Kota, Rabu (19/8).

Ketua DPW NasDem Jakarta itu menilai, keberhasilan gerakan pilah sampah membutuhkan komitmen dan kesadaran masyarakat yang dibangun secara berkelanjutan. Karena itu, sinergi antara masyarakat dan jajaran Pemprov DKI harus diperkuat mulai dari tingkat kelurahan hingga kota.

“Warga, lurah, camat, hingga wali kota harus bisa bergerak bersama,” tuturnya.

Dukungan terhadap pengelolaan sampah berbasis masyarakat juga disampaikan Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi. Ia menilai masyarakat harus ditempatkan sebagai bagian utama dalam menyelesaikan persoalan sampah.

Menurut Suhaimi, setiap RT dan RW dapat mengembangkan sistem pengelolaan sampah sesuai karakteristik wilayah masing-masing. Upaya tersebut dapat dimulai dari pemilahan sampah rumah tangga, pengembangan bank sampah, pengolahan sampah organik, hingga pemanfaatan kembali sampah yang masih memiliki nilai guna.

Ia juga mendorong Pemprov DKI melakukan pemetaan terhadap berbagai inovasi pengelolaan sampah yang telah berhasil dilakukan masyarakat agar dapat direplikasi di wilayah lain.

“Yang berhasil harus menjadi model,” kata Suhaimi.

Selain penguatan sistem, Suhaimi mengusulkan pemberian insentif bagi RW yang mampu mengelola sampah secara mandiri. Insentif tersebut dinilai dapat menjadi stimulus bagi semakin banyak lingkungan untuk mengurangi volume sampah.

Pemberian apresiasi dapat menggunakan sejumlah indikator, antara lain keberhasilan memilah sampah, mengurangi volume sampah, serta menjaga kebersihan lingkungan.

“RW yang berhasil harus diberi apresiasi,” tegasnya.

Menurut Suhaimi, pendekatan tersebut dapat membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih partisipatif sehingga penyelesaian persoalan sampah tidak sepenuhnya bergantung pada kapasitas pemerintah.

“Warga harus menjadi bagian dari solusi,” pungkasnya.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini