Intime – Ekonom dan analis pasar modal Ferry Latuhihin pesimistis terhadap kepemimpinan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan. Ferry menyoroti keputusan Suahasil melanjutkan kebijakan fiskal yang sebelumnya dijalankan Purbaya Yudhi Sadewa.
Ferry mengaitkan sikap tersebut dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I, Selasa (15/9). IHSG kembali melemah 49,77 poin atau 0,76 persen ke level 6.484,92.
Padahal, IHSG sempat menguat setelah Suahasil menggantikan Purbaya sebagai Menkeu pada Senin (14/9).
Suahasil sebelumnya menyatakan tidak akan mengubah arah kebijakan fiskal. Program dan kebijakan yang telah berjalan pada masa Purbaya akan dilanjutkan.
“Kemarin market rebound karena market happy Purbaya dicopot. Sekarang merah lagi karena Suahasil akan melanjutkan kebijakan-kebijakan Purbaya,” kata Ferry, Selasa (15/9).
Ferry pun meminta publik tidak berharap terlalu banyak dari Suahasil. Dia menilai Suahasil tidak memiliki keberanian untuk menghentikan program pemerintah yang dianggap membebani APBN.
Dua program yang disoroti Ferry adalah Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
“Artinya dia gak punya nyali untuk nyetop MBG dan KDMP. Makanya jangan berharap banyak dari Suahasil,” tegasnya.
Menurut Ferry, sosok yang tepat menduduki kursi Menteri Keuangan adalah orang yang berani menghentikan program yang dinilai tidak sesuai dengan kemampuan anggaran negara.
Namun, dia mengaku pesimistis sosok seperti itu mudah ditemukan. Sebab, MBG dan KDMP merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
“Orang ini sulit kita dapatkan karena bangsa kita lebih suka menjilat supaya hidupnya aman dan nyaman. Di mana-mana penjilat,” ujar Ferry.
Ferry kemudian menyindir budaya feodalisme yang dinilainya masih kuat di Indonesia. Menurutnya, warisan feodalisme tersebut bahkan semakin terasa dan berkembang di era demokrasi.
“Yang membuka pintu bagi jutaan maling untuk menjadi elite politik,” pungkas Ferry.

