Intime – Pasar keuangan domestik memulai perdagangan Jumat dengan sentimen positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat 4,63 poin atau 0,08 persen ke level 6.112,84. Sejalan dengan itu, nilai tukar rupiah juga terapresiasi 6 poin atau 0,03 persen ke posisi Rp17.980 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.986 per dolar AS.
Sementara itu, Indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan turut naik 0,31 poin atau 0,05 persen menjadi 608,89, mencerminkan mulai adanya minat beli pada saham-saham berkapitalisasi besar.
Penguatan serentak IHSG dan rupiah menunjukkan sentimen investor mulai membaik setelah pasar dalam beberapa waktu terakhir dibayangi tekanan eksternal. Apresiasi rupiah memberikan ruang bagi pelaku pasar untuk kembali melakukan akumulasi saham, meski kenaikannya masih relatif terbatas.
Kendati demikian, pergerakan pasar masih diperkirakan akan berlangsung hati-hati. Investor tetap mencermati arah kebijakan suku bunga global, pergerakan dolar AS, serta potensi arus modal asing yang akan menentukan keberlanjutan penguatan pasar keuangan domestik.
Secara teknikal, keberhasilan IHSG bertahan di atas level psikologis 6.100 dan rupiah yang kembali menguat ke bawah Rp18.000 per dolar AS menjadi sinyal awal stabilisasi pasar. Namun, pelaku pasar masih menunggu katalis yang lebih kuat agar tren penguatan dapat berlanjut hingga penutupan perdagangan.

