Intime – Nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis pada perdagangan Jumat (17/7) pagi. Mata uang Garuda naik 6 poin atau 0,03 persen ke level Rp17.980 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.986 per dolar AS.
Penguatan yang terbatas ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar di tengah beragam sentimen global yang masih membayangi pergerakan mata uang negara berkembang. Meski berhasil menguat, rupiah masih berada di kisaran Rp17.900 per dolar AS yang menunjukkan tekanan terhadap mata uang domestik belum sepenuhnya mereda.
Secara fundamental, pergerakan rupiah masih dipengaruhi ekspektasi kebijakan suku bunga Amerika Serikat, arah pergerakan indeks dolar AS, serta dinamika geopolitik global. Dari dalam negeri, investor juga mencermati prospek pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan stabilitas sektor keuangan.
Penguatan pada awal perdagangan menjadi sinyal positif, namun belum cukup untuk mengubah tren secara keseluruhan. Pelaku pasar masih menunggu katalis baru yang mampu mendorong arus modal asing kembali masuk ke pasar domestik sehingga memberikan dukungan yang lebih kuat bagi nilai tukar rupiah.

