Intime — Pasar keuangan domestik mengawali perdagangan Kamis (20/8) dengan sentimen positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat, seiring dengan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
IHSG naik 53,12 poin atau 0,83% ke level 6.447,25 pada pembukaan perdagangan. Penguatan juga terjadi pada kelompok 45 saham unggulan yang tercermin dari kenaikan Indeks LQ45 sebesar 5,06 poin atau 0,81% ke posisi 632,53.
Pada pasar valuta asing, rupiah turut bergerak positif. Rupiah menguat 30 poin atau 0,17 persen ke level Rp17.810 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.840 per dolar AS.
Pergerakan yang searah antara IHSG dan rupiah memberikan sinyal membaiknya sentimen investor pada awal perdagangan. Penguatan rupiah berpotensi menjadi katalis bagi pasar saham karena dapat meredakan tekanan terhadap emiten yang memiliki kewajiban atau kebutuhan impor dalam denominasi dolar.
Rupiah Menguat ke Rp17.810, Pasar Masih Cermati Arah Dolar AS
Namun, penguatan pada pembukaan belum serta-merta menunjukkan perubahan tren secara permanen. Pelaku pasar masih perlu mencermati perkembangan sentimen global, pergerakan dolar AS, serta respons investor terhadap kondisi ekonomi dan kebijakan moneter.
Sebelumnya, pergerakan IHSG juga menunjukkan volatilitas tinggi. Pada perdagangan Rabu, indeks ditutup melemah ke level 6.394 setelah pada sesi sebelumnya mampu menguat. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa investor masih cenderung selektif dalam menentukan posisi
Dengan IHSG kembali mendekati level 6.450 dan rupiah menguat ke Rp17.810 per dolar AS, pembukaan perdagangan Kamis memberikan ruang bagi pasar domestik untuk melanjutkan momentum positif. Namun, keberlanjutan penguatan tetap akan ditentukan oleh kekuatan transaksi dan sentimen sepanjang sesi perdagangan.

