Iran Rayakan Kekalahan Trump di Pemilu Sela AS: “Matilah Amerika” dan “Matilah Israel”

Intime – Pemerintah dan masyarakat Iran menyambut kekalahan Partai Republik dalam pemilihan umum paruh waktu Amerika Serikat yang digelar Selasa, 3 November 2026. Sejumlah pejabat tinggi Teheran secara terbuka menyebut hasil pemilu tersebut sebagai bentuk kekalahan politik dan militer bagi Presiden AS Donald Trump.

Di Teheran, gelombang unjuk rasa pecah menyambut hasil pemilu AS. Para demonstran berkumpul melontarkan ejekan kepada Donald Trump sembari meneriakkan yel-yel “Matilah Amerika” dan “Matilah Israel”. Sebuah layar besar di lokasi demonstrasi menampilkan tulisan berbunyi “Rakyat Iran menentukan harga” sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan sanksi dan tekanan Washington.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezai, mengklaim bahwa ketahanan bangsa Iran berhasil menundukkan ambisi geopolitik Gedung Putih. Rezai menilai kebijakan konfrontatif Trump di kawasan Timur Tengah justru memicu kemunduran posisi politik Partai Republik di dalam negeri Amerika Serikat sendiri.

“Bangsa Iran telah memberikan kekalahan strategis kepada Trump di medan perang dan di Selat Hormuz, serta kekalahan POLITIK di Washington,” tulis Rezai melalui akun X miliknya, seperti dikutip dari AFP, Rabu (4/11)

Nada serupa disampaikan Kepala Kehakiman Iran Gholamhossein Mohseni Ejei yang menilai Trump gagal meraih kemenangan baik secara militer maupun politik. Sementara itu, kepala negosiator Iran Mohammad Bagher Ghalibaf berpandangan bahwa hasil pemilu mencerminkan penolakan publik Amerika terhadap kebijakan perang.

“Entah karena hati nurani atau biaya hidup, warga Amerika mengatakan TIDAK UNTUK PERANG, dan kami mendukung pesan ini,” ujar Ghalibaf di media sosial X.

Secara terpisah, Donald Trump mengakui bahwa konflik militer dengan Iran selama delapan bulan terakhir berkontribusi terhadap penurunan dukungan publik kepada Partai Republik.

Perang tersebut berdampak pada lonjakan harga bahan bakar minyak serta pembengkakan biaya hidup masyarakat di Amerika Serikat.

Trump membenarkan analisis Wakil Presiden JD Vance yang menyebut faktor perang Iran memperburuk inflasi domestik. Kendati demikian, Trump menegaskan tidak menyesali keputusannya melancarkan operasi militer demi mencegah potensi pengembangan senjata nuklir oleh Teheran.

“Namun, pada saat yang sama, jika saya harus melakukannya lagi, saya harus melakukannya lagi. Karena dalam jangka panjang, itu satu-satunya jawaban. Anda tidak bisa membiarkan Iran memiliki senjata nuklir,” tegas Trump.

Kekalahan Partai Republik memicu respons dari Pemimpin Partai Demokrat di Senat AS, Chuck Schumer. Ia mendesak agar konflik bersenjata dengan Iran segera dihentikan.

Schumer mengisyaratkan bahwa mayoritas baru Demokrat di Kongres bakal memanfaatkan wewenang penganggaran pemerintah untuk menekan kebijakan luar negeri Trump.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini