Jangan Rusak Peluang Bebas Visa dengan Menjadi Migran Ilegal

Intime – Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan, Cecep Herawan, mengingatkan warga negara Indonesia (WNI) agar mematuhi aturan keimigrasian Korea Selatan menyusul kasus sejumlah peserta tur yang diduga kabur dan menjadi pekerja ilegal setelah memanfaatkan kemudahan visa turis grup.

Kasus tersebut dinilai dapat menjadi hambatan bagi upaya Indonesia yang tengah mendorong penerapan bebas visa penuh bagi pemegang paspor Indonesia ke Korea Selatan.

“Kami banyak didesak untuk bebas visa, tetapi ternyata pada saat ada pelonggaran sedikit, ada oknum yang memanfaatkan untuk lari dan jadi ilegal migran di Korea. Ini tantangan buat kita,” kata Cecep dalam acara Indonesian Next-Generation Journalist Network, Rabu (10/6).

Menurut Cecep, fasilitas visa turis grup yang mulai diberlakukan pada 28 Mei lalu merupakan tindak lanjut kesepakatan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Korea Selatan Lee Jae-Myung untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat atau people-to-people contact.

Sejak kesepakatan tersebut, KBRI Seoul terus mendorong penyederhanaan prosedur visa agar mobilitas warga kedua negara semakin mudah. Namun, munculnya kasus penyalahgunaan fasilitas visa dikhawatirkan dapat menghambat proses pelonggaran yang sedang diperjuangkan pemerintah.

Cecep menegaskan kepercayaan otoritas Korea Selatan menjadi faktor utama dalam menentukan kebijakan kemudahan visa bagi WNI. Karena itu, ia berharap kasus serupa tidak kembali terulang.

“Sehingga kepercayaan dari pemerintah, otoritas Korea, bahwa pengunjung Indonesia ini betul-betul bisa mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, kepatuhan WNI terhadap aturan imigrasi tidak hanya berdampak pada hubungan Indonesia-Korea Selatan, tetapi juga dapat memengaruhi peluang kemudahan akses ke negara-negara lain di masa mendatang.

“Kalau kita bersama-sama menjaga itu, akan lebih memudahkan juga, tidak hanya ke Korea. Tentunya bagaimana warga negara Indonesia bisa dengan leluasa dan tanpa kesulitan bisa berkunjung ke negara-negara sahabat,” katanya.

Di tengah tantangan tersebut, hubungan pariwisata Indonesia dan Korea Selatan terus menunjukkan tren positif. KBRI Seoul mencatat jumlah wisatawan Korea Selatan ke Indonesia pada 2025 telah menembus lebih dari 500 ribu orang, sementara wisatawan Indonesia ke Korea Selatan mencapai sekitar 350 ribu orang.

Peningkatan mobilitas tersebut turut didukung oleh bertambahnya penerbangan langsung antara kedua negara, termasuk hadirnya maskapai berbiaya rendah yang membuka akses perjalanan lebih luas bagi masyarakat.

Selain memperkuat arus wisatawan, Indonesia dan Korea Selatan juga mengembangkan kerja sama pariwisata berkelanjutan melalui program Korea Partnership Initiative for Sustainable Tourism (KOPIST), yang bertujuan memperkuat kolaborasi dan pengembangan sektor pariwisata yang tangguh di kawasan.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini