Kebocoran Data Penyadapan Pejabat Negara Berpotensi Picu Krisis Nasional

Intime – Isu dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto mendapat perhatian serius dari pemerhati sosial politik, Sugiyanto (SGY-Emik).

Ia menilai konsekuensi dari kebocoran data rahasia pejabat negara sangat mengerikan dan berpotensi memicu krisis politik secara nasional.

Sugiyanto menyinggung perjalanan karier Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang menjabat Kapolri sejak 27 Januari 2021 di era Presiden Joko Widodo, hingga akhirnya dipercaya Presiden Prabowo Subianto menjabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP) pada 1 Oktober 2026.

Ia menggarisbawahi besarnya volume informasi yang mungkin telah terhimpun apabila dugaan praktik penyadapan tersebut terbukti telah berjalan sejak masa lampau.

“Jika dugaan penyadapan tersebut benar terjadi dan berlangsung sejak lama, coba bayangkan berapa banyak data dan informasi penting yang mungkin telah terkumpul,” kata Sugiyanto.

Kekhawatiran tersebut kian membesar mengingat sasaran penyadapan disinyalir menyasar figur vital negara, termasuk Prabowo ketika menjabat Menteri Pertahanan hingga memegang tampuk kepemimpinan presiden.

“Saya sulit membayangkan apabila seluruh data dan informasi tersebut sampai bocor ke ruang publik. Dampaknya bisa sangat serius, bahkan berpotensi mengguncang stabilitas pemerintahan dan memicu krisis nasional,” ungkapnya.

Lebih jauh, Sugiyanto memaparkan potensi dampak domino jika percakapan rahasia dan data sensitif milik para pimpinan instansi terekspos. Selain menghancurkan reputasi individu, kebocoran tersebut diyakini mampu merusak sinergi antarlembaga negara serta meruntuhkan tingkat kepercayaan publik kepada pemerintah.

Oleh karena itu, Sugiyanto mengingatkan pemerintah dan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas penguasaan master data hasil penyadapan guna mengantisipasi penyalahgunaan oleh oknum tertentu.

“Bukan hanya persoalan siapa yang menyadap dan siapa yang disadap, tetapi juga ke mana seluruh data itu disimpan, siapa yang menguasainya, dan bagaimana jika jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab. Jika itu benar terjadi, bukan tidak mungkin semuanya bisa ambyar! Ngeri ya!” tegas Sugiyanto.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini