Intime – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama PAM Jaya akan menggelar ajang lari JEKATE RUN 2026 pada 13 Desember mendatang. Tak sekadar mengajak warga berolahraga, kegiatan ini juga ditargetkan bisa menggerakkan ekonomi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
JEKATE RUN 2026 menyediakan dua kategori lomba, yakni 5 kilometer (5K) dan 10 kilometer (10K). Rute lari akan melintasi kawasan Jakarta Selatan dengan Flyover Antasari sebagai salah satu daya tariknya.
Sementara itu, kawasan Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan akan dijadikan race village atau pusat kegiatan peserta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, kegiatan olahraga yang melibatkan masyarakat luas perlu terus diperbanyak. Menurutnya, olahraga bukan hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental dan hubungan sosial warga.
“Saya meyakini, kalau masyarakatnya sehat dan bisa berolahraga dengan baik, berbagai kegiatan juga dapat terselenggara dengan baik. Hal itu pasti menimbulkan rasa senang dan bahagia,” kata Pramono saat menghadiri konferensi pers peluncuran JEKATE RUN 2026 di Halte Bendungan Hilir PAM Jaya, Jakarta Pusat, Minggu (8/1).
Dia menyebut Pemprov DKI juga terus memperluas kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD). Tidak hanya di kawasan Sudirman-Thamrin dan Rasuna Said, kegiatan tersebut mulai dihadirkan secara bertahap di tiga wilayah kota administrasi lainnya.
Pramono berharap semakin banyak ruang publik yang bisa dimanfaatkan warga untuk bergerak dan menjalani pola hidup sehat.
“Dengan demikian, masyarakat bisa bergerak, tidak malas bergerak, hidupnya makin sehat, dan makin penuh harapan. Yang tidak kalah penting, melalui Car Free Day, silaturahmi dapat terjalin di sepanjang jalan,” ujarnya.
Pramono juga menyoroti manfaat ekonomi dari penyelenggaraan kegiatan olahraga. Menurutnya, keramaian yang tercipta bisa menjadi peluang bagi UMKM untuk meningkatkan aktivitas usaha.
“Ekonomi pada tingkat bawah, UMKM-nya juga ikut bergerak. Selama diatur dengan rapi, mereka bisa menjalankan kegiatan ekonomi. Jadi, berbagai aspek masyarakat dapat terlibat di dalamnya,” jelasnya.
Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan, JEKATE RUN merupakan bentuk kolaborasi dengan Pemprov DKI untuk mengampanyekan gaya hidup sehat.
Selain itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari program kesehatan dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), sekaligus sarana mengenalkan PAM Jaya kepada masyarakat.
“Ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan kesehatan dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), sekaligus kampanye agar masyarakat lebih mengenal PAM Jaya dan memahami pentingnya edukasi air bersih,” kata Arief.

