Pramono Izinkan PAM Jaya IPO 2027, Asalkan Kondisi Pasar Baik

Intime – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan lampu hijau bagi PAM Jaya untuk melantai di Bursa Efek Indonesia melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada 2027. Meski begitu, rencana tersebut tetap bergantung pada kondisi pasar modal.

“Kalau pasarnya baik, saya mengizinkan PAM Jaya untuk IPO di tahun 2027 nanti,” ujar Pramono saat menghadiri peluncuran JEKATE RUN 2026 di Halte Benhil PAM Jaya, Jakarta, Minggu (8/11).

Menurut Pramono, PAM Jaya saat ini sudah dikelola secara profesional dan mampu memberikan kontribusi bagi Jakarta. Ia berharap perusahaan daerah tersebut terus meningkatkan kualitas pelayanan, terutama dalam menyediakan akses air bersih bagi masyarakat.

Pramono menegaskan, air bersih merupakan kebutuhan bersama yang harus dapat diakses seluruh warga Jakarta. Karena itu, pengelolaan perusahaan harus berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Air itu adalah milik kita bersama dan kebutuhan kita bersama. Dan saya meminta PAM Jaya dalam hal ini betul-betul mengelola secara profesional, memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk bisa mendapatkan air bersih di Jakarta ini,” katanya.

Tak hanya mendorong rencana IPO, Pramono juga menetapkan target besar bagi PAM Jaya. Ia ingin perusahaan tersebut mampu memenuhi 100 persen kebutuhan layanan air bersih di Jakarta pada 2029.

Pramono mengakui target itu tidak mudah dicapai. Namun, ia berharap seluruh jajaran PAM Jaya dapat bekerja maksimal untuk mewujudkannya.

“Saya berkeinginan tahun 2029 PAM Jaya sudah bisa memberikan kontribusi 100 persen air bersih yang ada di Jakarta. Dan itu tugas tidak ringan,” tuturnya.

Di kesempatan yang sama, Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengungkapkan persiapan IPO perusahaan saat ini sudah mencapai sekitar 93 persen.

Arief menjelaskan, masih ada sejumlah pekerjaan yang harus dirampungkan, termasuk penyelesaian urusan internal dan eksternal serta persetujuan DPRD DKI Jakarta.

“Persiapan kami sudah mungkin kalau di-scoring-kan sudah angka 93 persen. Jadi saat ini kami memang masih terus ingin menyelesaikan beberapa hal internal dan eksternal, salah satunya adalah persetujuan dari DPRD Provinsi DKI Jakarta,” kata Arief.

Selain itu, PAM Jaya masih menunggu penyelesaian laporan audit keuangan 2026. Arief menyebut pihaknya telah berkomunikasi dengan OJK dan Bursa Efek Indonesia untuk mempersiapkan proses tersebut.

Ia pun berharap seluruh tahapan berjalan lancar sehingga rencana IPO pada 2027 dapat direalisasikan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini