Intime – Kementerian Haji dan Umrah memastikan seluruh fase keberangkatan jemaah haji Indonesia dari Tanah Air telah rampung. Kini, seluruh jemaah sudah berada di Arab Saudi dan layanan difokuskan pada persiapan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff mengatakan, berdasarkan data operasional terbaru, sebanyak 527 kloter yang membawa 202.551 jemaah serta 2.098 petugas telah tiba di Makkah. Selain itu, terdapat 16.596 jemaah haji khusus yang juga sudah tiba di Arab Saudi.
“Alhamdulillah, seluruh fase keberangkatan jemaah haji Indonesia dari Tanah Air telah selesai. Saat ini seluruh layanan kami arahkan untuk memastikan kesiapan Armuzna, mulai dari tenda, penempatan jemaah, konsumsi, transportasi, kesehatan, perlindungan jemaah, hingga penempatan petugas,” ujar Maria di Jakarta, dilansir dari laman Kemenhaj, Minggu (24/5).
Kemenhaj juga mengingatkan seluruh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) agar tidak memasang atribut, spanduk, stiker, maupun tanda pengenal apa pun di tenda jemaah, baik di Arafah maupun Mina. Penempatan jemaah harus mengikuti pengaturan resmi demi menjaga ketertiban layanan Armuzna.
“Apabila petugas menemukan atribut atau identitas KBIHU yang terpasang di tenda Arafah maupun Mina, atribut tersebut akan langsung dicabut. Kemenhaj juga akan memberikan teguran dan sanksi sesuai ketentuan kepada pihak yang tetap melanggar,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Maria turut mengapresiasi meningkatnya kesadaran jemaah dalam membayar dam sesuai ketentuan resmi. Tahun ini, sekitar 145.341 jemaah tercatat telah membayar dam. Sebanyak 102.364 jemaah membayar melalui Adahi di Arab Saudi, sementara 38.992 lainnya melalui mekanisme pembayaran di Indonesia.
“Capaian ini menunjukkan meningkatnya kesadaran jemaah untuk melaksanakan kewajiban dam secara tertib, aman, dan sesuai ketentuan,” katanya.
Menjelang Armuzna, Kemenhaj mengimbau jemaah untuk menghemat tenaga, memperbanyak istirahat, menjaga asupan makan dan minum, serta mematuhi arahan petugas. Jemaah juga diminta membawa barang secukupnya, terutama dokumen identitas, obat pribadi, perlengkapan ibadah, masker, botol minum, alas kaki yang nyaman, dan perlengkapan kebersihan pribadi.
Maria juga mengajak seluruh jemaah dan petugas untuk saling peduli, terutama terhadap jemaah yang terlihat kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendoakan kelancaran pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Semoga seluruh jemaah diberi kesehatan, keselamatan, dan kemudahan, serta kembali ke Tanah Air sebagai haji yang mabrur dan mabrurah,” pungkasnya.

