KPK Endus Upaya ‘Main Belakang’ Kasus Bea Cukai, Sejumlah Nama Mulai Dibidik

Intime – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya dugaan upaya menghalangi proses penyidikan kasus korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Sejumlah pihak yang diduga berupaya “mengondisikan” penanganan perkara kini mulai teridentifikasi melalui barang bukti hasil penggeledahan.

Temuan itu diperoleh penyidik KPK saat menggeledah rumah pengusaha asal Semarang, Heri Setiyono alias Heri Black, pada Senin, 11 Mei 2026. Dari penggeledahan tersebut, penyidik menyita sejumlah dokumen, catatan, hingga barang bukti elektronik yang kini tengah didalami.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan pihaknya menemukan indikasi adanya keterlibatan pihak eksternal yang diduga mencoba merintangi jalannya penyidikan.

“Temuan ini akan kami ekstrak lebih lengkap, baik barang bukti elektronik maupun dokumen berbentuk catatan, termasuk dokumen yang berkaitan dengan importasi barang,” kata Budi, di Jakarta, Jumat (15/5).

KPK memastikan akan memanggil pihak-pihak yang diduga terlibat setelah proses analisis barang bukti rampung dilakukan.

“Termasuk informasi mengenai pihak-pihak eksternal yang berupaya mengondisikan penanganan perkara di KPK. Setelah penggeledahan ini, penyidik akan menjadwalkan pemeriksaan para saksi,” ujar Budi.

Meski demikian, KPK belum membuka identitas pihak lain selain Heri Black, yang diketahui merupakan bos PT Putra Srikaton Logistics (PSL) sekaligus pengusaha pengurusan jasa kepabeanan (PPJK) di Pelabuhan Tanjung Emas.

Penggeledahan dilakukan setelah Heri Black tidak memenuhi panggilan pemeriksaan KPK pada Jumat, 8 Mei 2026. Selain rumah pribadi, penyidik juga menggeledah serta menyita kontainer milik importir yang terafiliasi dengan Blueray di Pelabuhan Tanjung Emas.

Kontainer tersebut disita karena diduga bermasalah dalam proses kepabeanan. KPK menyebut pemilik kontainer telah lebih dari 30 hari tidak mengajukan pemberitahuan impor barang kepada pihak bea cukai.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini