Intime – Sebuah rumah dinas TNI di Kompleks Perumahan Angkatan Darat (KPAD), Cijantung, Jakarta Timur, digerebek polisi setelah diduga digunakan sebagai tempat operasional judi online.
Penggerebekan tersebut berlangsung pada Minggu (4/10) sekitar pukul 07.30 WIB.
Aparat mendatangi rumah di Jalan Sederhana 7, Kelurahan Cijantung, Kecamatan Pasar Rebo, setelah menerima laporan warga mengenai aktivitas mencurigakan di lokasi.
Saat penggerebekan, aparat menemukan sejumlah perangkat komputer yang diduga digunakan untuk menjalankan aktivitas judi online.
Sebanyak 11 orang yang berada di lokasi turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan seluruh orang yang diamankan merupakan warga sipil.
Mereka terdiri atas enam laki-laki dan lima perempuan yang kemudian dibawa ke Detasemen Polisi Militer (Denpom) untuk menjalani pemeriksaan serta pendalaman aktivitas di lokasi.
Dari rumah tersebut, aparat juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa 32 unit komputer PC, 14 unit telepon seluler, dan sembilan lembar Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Lokasi penggerebekan kemudian menjadi sorotan karena rumah tersebut diduga merupakan rumah dinas milik seorang perwira aktif TNI Angkatan Darat.
Rumah tersebut disebut disewakan kepada pihak lain sebelum akhirnya diduga digunakan sebagai tempat operasional judi online.
Kasus tersebut kemudian mendapat perhatian dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Maruli menegaskan TNI AD akan mengambil tindakan apabila ditemukan anggota yang terlibat atau memfasilitasi rumah dinas untuk aktivitas judi online.
“Pokoknya, kalau ada laporan, kita pasti tindak tegas,” kata Maruli di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2026.
Maruli juga memastikan jajaran TNI AD akan merespons cepat apabila laporan tersebut terbukti melibatkan personel TNI.
“Kalau kita pasti respons cepat. Sudah, pasti cepat. Kalau kita cepat, lah,” tegasnya.
Sementara itu, pihak TNI AD masih melakukan pendalaman untuk mengetahui keterlibatan pihak-pihak yang berkaitan dengan penggunaan rumah tersebut.
Dengan demikian, dugaan keterlibatan anggota TNI dalam aktivitas judi online maupun dugaan pemberian fasilitas rumah dinas masih menunggu hasil pemeriksaan.
Kasus ini menjadi sorotan karena aktivitas yang diduga berkaitan dengan judi online tersebut berlangsung di lingkungan perumahan yang diperuntukkan bagi personel TNI.

