MBG Terintegrasi Jadi Kunci Bangun SDM Unggul dan Bisa Turunkan Angka Stunting

Intime – Pemerhati sosial Denny mendorong Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dikembangkan menjadi program yang terintegrasi dan berbasis gotong royong. Menurutnya, pendekatan tersebut akan membuat MBG tidak hanya berfokus pada pembagian makanan bagi siswa, tetapi menjadi strategi nasional untuk mempercepat penurunan stunting, anemia, dan berbagai persoalan gizi di Indonesia.

Denny mengatakan persoalan gizi tidak dimulai saat anak memasuki bangku sekolah, melainkan sejak remaja putri, calon pengantin, masa kehamilan, hingga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Karena itu, MBG harus menjadi bagian dari rangkaian intervensi yang berkelanjutan, bukan program yang berjalan sendiri.

“MBG harus menjadi ekosistem pembangunan manusia yang terintegrasi. Keberhasilannya tidak cukup diukur dari jumlah makanan yang dibagikan, tetapi dari penurunan stunting dan anemia, meningkatnya status gizi, prestasi belajar, produktivitas masyarakat, serta penguatan ekonomi lokal,” kata Denny dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/8).

Ia mengusulkan konsep MBG Gotong Royong Terintegrasi, yakni model yang menghubungkan seluruh siklus kehidupan, memperkuat kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, komunitas, dan masyarakat dalam satu kerangka pembangunan sumber daya manusia.

Dalam konsep tersebut, pemerintah provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa dan kelurahan menjadi pelaksana utama melalui satu rencana aksi terpadu. Intervensi dilakukan secara berkesinambungan mulai dari remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, peserta PAUD, siswa SD, SMP, SMA/SMK hingga keluarga baru.

Menurut Denny, keberhasilan program juga ditentukan oleh keterlibatan masyarakat melalui semangat gotong royong. Posyandu, Puskesmas, PKK, organisasi istri prajurit TNI, Bhayangkari, perguruan tinggi, organisasi profesi, tokoh agama, dan tokoh masyarakat dapat berperan dalam edukasi keluarga, konseling gizi, kelas ibu hamil, kunjungan rumah, serta pembiasaan perilaku hidup sehat.

“Jika seluruh elemen bergerak bersama, MBG tidak hanya menjadi program makan bergizi, tetapi menjadi gerakan nasional yang membangun generasi Indonesia lebih sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing,” ujar Denny.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini