Intime – Wafatnya Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu meninggalkan duka mendalam bagi Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri. Megawati mengenang mantan Menteri Pertahanan itu sebagai sosok prajurit tegas, negarawan, sekaligus sahabat yang memiliki dedikasi tinggi kepada bangsa dan negara.
“Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Pak Ryamizard Ryacudu,” kata Megawati dalam keterangan tertulisnya, Minggu (31/5).
Hubungan keduanya terjalin sejak lama. Saat menjabat sebagai Presiden RI, Megawati memberikan kepercayaan kepada Ryamizard untuk memimpin TNI Angkatan Darat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).
Salah satu kenangan yang membekas bagi Megawati adalah ketika Ryamizard menangani bencana alam di Aceh. Di bawah kepemimpinannya, TNI AD bergerak cepat membangun jembatan bailey untuk memulihkan akses transportasi dan membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Bagi Megawati, tindakan tersebut mencerminkan karakter Ryamizard sebagai prajurit yang selalu mengutamakan kepentingan rakyat dan negara. Ia menilai almarhum tidak hanya memiliki ketegasan sebagai seorang tentara, tetapi juga jiwa kenegarawanan yang kuat.
“Pengabdiannya merupakan cerminan seorang patriot sejati. Selamat jalan, temanku. Terima kasih atas persahabatan, pengabdian, dan jasa-jasamu bagi Indonesia,” ujar Megawati.
Ryamizard Ryacudu meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, pada pukul 14.03 WIB dalam usia 76 tahun. Mantan Menteri Pertahanan periode 2014–2019 itu akan dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Senin (1/6), dengan upacara yang dipimpin langsung Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Kepergian Ryamizard tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga dan kalangan militer, tetapi juga bagi para tokoh bangsa yang pernah bekerja dan berjuang bersamanya dalam berbagai fase perjalanan Indonesia.

