Intime – Bupati Pati nonaktif Sudewo mengaku meyakini dirinya telah menjadi target Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak lama. Ia bahkan menyebut penyidik KPK Rossa Purbo Bekti sebagai sosok yang dinilainya berada di balik upaya menjerat dirinya dalam perkara hukum.
Keyakinan itu, menurut Sudewo, tidak muncul tanpa dasar. Ia mengaku menemukan sejumlah indikasi dari fakta persidangan maupun Berita Acara Pemeriksaan (BAP), termasuk percakapan WhatsApp antara Plt Wakil Bupati Pati Risma Adi Candra dan Ketua DPRD Pati Ali Badrudin.
Dalam percakapan tersebut, kata Sudewo, terdapat informasi mengenai Pj Sekda Pati Riyoso yang disebut membawa uang Rp15 miliar ke Jakarta untuk diberikan kepada seseorang guna menyelesaikan perkara Sudewo di KPK.
“Di situ terungkap bahwa ada pembicaraan lewat WhatsApp,” kata Sudewo.
Menurut dia, percakapan WhatsApp tertanggal 21 September itu kemudian dikaitkan dengan penggerebekan terhadap Riyoso bersama rombongannya di Hotel Mahakam, kawasan Thamrin, Jakarta.
Sudewo menyebut Riyoso menjalani pemeriksaan sejak sekitar pukul 22.00 hingga 05.00 WIB. Namun, menurutnya, pemeriksaan tersebut tidak menemukan bukti yang menguatkan dugaan bahwa Riyoso membawa uang Rp15 miliar.
“Namun tidak ditemukan bukti apa pun,” ujarnya.
Bagi Sudewo, rangkaian peristiwa tersebut menjadi salah satu indikasi bahwa proses hukum terhadap dirinya telah diarahkan sejak jauh hari. Ia secara terbuka mengaitkan hal itu dengan Rossa Purbo Bekti.
“Itu merupakan satu indikator kuat bahwa saya memang sudah ditarget lama oleh saudara Rosa,” kata Sudewo.
Sudewo menegaskan, dugaan tersebut bukan semata-mata informasi yang beredar di luar persidangan. Ia menyebut persoalan itu muncul dalam proses persidangan ketika Riyoso dan seorang kepala bagian memberikan keterangan sebagai saksi.
“Terungkap di fakta persidangan,” ujarnya.
Meski melontarkan kritik keras terhadap Rossa, Sudewo membedakan sikapnya terhadap penyidik tersebut dengan pandangannya terhadap KPK sebagai institusi. Ia mengaku tetap menghormati KPK dan memilih mengikuti seluruh proses hukum yang sedang berjalan secara kooperatif.
“Saya sangat hormat, sangat respek terhadap lembaga KPK,” kata Sudewo.
Namun, terhadap Rossa secara pribadi, Sudewo mengaku memiliki penilaian yang berbeda. Ia bahkan menyatakan ketidakpercayaannya terhadap penyidik tersebut.
“Saya sangat tidak respek dengan yang namanya Rosa,” ujarnya.

