Nama Gus Kautsar-TGB Dicatut di Buku Islam ala Prabowo, Mengaku Tak Pernah Kirim Tulisan

Intime – Buku Islam ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam kembali ramai diperbincangkan. Pasalnya, dua tokoh yang namanya tercantum sebagai kontributor disebut tidak pernah memberikan tulisan untuk buku tersebut.

Kedua tokoh itu yakni KH Muhammad Abdurrahman Kautsar atau Gus Kautsar dan TGB Muhammad Zainul Majdi.

Buku Islam ala Prabowo pertama kali diluncurkan pada Agustus 2025 dalam rangkaian Rakornas BAZNAS 2025 di Jakarta. Buku tersebut diinisiasi Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar.

Polemik mencuat setelah daftar kontributor buku kembali beredar di media sosial.

Nama Muhammad Abdurrahman Kautsar tercantum sebagai penulis bab “Dukungan Pesantren untuk Presiden Prabowo Subianto” pada halaman 318.

Namun, keterlibatan Gus Kautsar dipersoalkan oleh istrinya, Ning Jazilah Annahdliyah. Dalam klarifikasi yang beredar, Ning Jazilah menyatakan tidak ada izin dari Gus Kautsar terkait pencantuman namanya sebagai kontributor.

Dengan demikian, yang menjadi persoalan bukan soal nama Gus Kautsar memang tercantum dalam buku, tetapi apakah pencantuman tersebut dilakukan dengan persetujuan yang bersangkutan.

Hal serupa terjadi pada nama TGB. Dalam daftar isi, TGB tercantum sebagai penulis bab “Visi Keislaman Prabowo Subianto: Moderasi, Keadilan dan Pembaharuan Dialektika Keagamaan” pada halaman 241.

Sebuah tangkapan layar percakapan di media sosial kemudian memperlihatkan akun @tuangurubajang merespons pertanyaan soal keterlibatan TGB dalam buku.

“Saya tidak pernah kirim tulisan,” jawab akun tersebut.

Pernyataan itu memunculkan pertanyaan mengenai proses editorial buku. Sebab, nama TGB tercantum sebagai penulis bab, sementara akun tersebut menyatakan tidak pernah mengirimkan tulisan.

Namun, pernyataan itu belum otomatis menjelaskan asal materi mengenai TGB yang kemudian dimuat dalam buku. Terlebih, terdapat pemberitaan pada 2025 yang sebelumnya mengaitkan perspektif TGB dengan buku Islam ala Prabowo.

Karena itu, masih diperlukan penjelasan dari tim penyusun terkait sumber materi dan mekanisme pencantuman nama TGB sebagai penulis.

Buku tersebut bukan ditulis langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Saat diluncurkan, buku disebut ditulis Abdur Rahim Hasan, Rikal Dikri, dan Mush’ab Muqoddas. Ahmad Muzani menjadi salah satu penggagas sekaligus turut menulis prolog.

Buku itu membahas berbagai aspek mengenai Prabowo, mulai kepemimpinan, perdamaian, spiritualitas hingga kesejahteraan rakyat.

Polemik tersebut pada akhirnya mengarah pada satu pertanyaan utama: apakah tokoh yang namanya dicantumkan sebagai penulis atau kontributor memang memberikan tulisan dan menyetujui pencantuman namanya?

Untuk menjawabnya, penyusun, penerbit, serta pihak yang menginisiasi buku perlu memberikan penjelasan mengenai proses editorial dan asal materi yang digunakan.

Adapun istilah pencatutan nama masih sebatas dugaan atau keberatan dari pihak yang namanya tercantum dan belum dapat disebut sebagai pelanggaran yang telah terbukti.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini