Intime – Kapoksi NasDem Komisi II DPR RI Ujang Bey merespons usulan Waketum Golkar Ahmad Doli Kurnia agar pemilihan legislatif (pileg) digelar lebih dulu sebelum pemilihan presiden (pilpres). Ujang menyebut usulan tersebut bisa dipertimbangkan dalam pembahasan RUU Pemilu.
“Saya kira itu bisa dijadikan masukan oleh Komisi II sebagai bahan pertimbangan dalam pembahasan RUU Pemilu ke depan,” kata Ujang kepada wartawan, Kamis (24/9).
Ujang mengungkapkan NasDem juga pernah mengkaji opsi pemisahan jadwal pemilu tersebut di internal partai. Menurutnya, desain pelaksanaan pemilu masih terbuka untuk dibahas.
“Saya sendiri sebagai anggota DPR Fraksi NasDem, usulan Golkar tersebut memang sempat menjadi kajian juga di internal NasDem,” ujarnya.
“Semua opsi memungkinkan untuk diakomodir,” sambungnya.
Sebelumnya, Doli mengusulkan pileg, pilpres, dan pilkada digelar secara terpisah. Dia ingin pileg dilaksanakan lebih dahulu, kemudian hasilnya menjadi “tiket” pencalonan pilpres pada tahun yang sama.
Doli mengatakan gagasan tersebut telah disampaikan sejak awal pembahasan mengenai keserentakan pemilu. Menurut dia, setiap jenis pemilu sebaiknya memiliki waktu pelaksanaan masing-masing.
Ada sejumlah alasan yang disampaikan Doli. Salah satunya agar pemilih bisa lebih fokus menentukan pilihan. Masyarakat dapat memiliki waktu untuk mengenal calon, menilai karakter, serta mengikuti isu, visi, dan misi yang disampaikan dalam setiap kontestasi.
Pemisahan jadwal juga dinilai dapat mengurangi tumpang tindih isu kampanye antara pileg, pilpres, dan pilkada.
Doli juga menyoroti mekanisme pencalonan presiden apabila pileg dan pilpres digelar bersamaan. Saat ini, hasil pemilu legislatif menjadi salah satu basis yang digunakan dalam mekanisme pencalonan sesuai ketentuan yang berlaku. Doli berpandangan, penggunaan hasil pemilu lima tahun sebelumnya dapat menghadirkan persoalan ketika aspirasi politik masyarakat sudah berubah.
Karena itu, dia mengusulkan hasil pileg yang digelar pada tahun yang sama dengan pilpres digunakan sebagai dasar pencalonan pasangan capres-cawapres.
Doli juga menyebut pemisahan jadwal tiga jenis pemilu dapat mengurangi beban teknis penyelenggara.
Respons Ujang menunjukkan gagasan tersebut masih berada pada tahap pembahasan. Belum ada keputusan final mengenai perubahan desain pelaksanaan Pemilu 2029.

