Intime – Dewan Pembina Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi, menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Ketua Asosiasi Provinsi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Asprov PSSI) DKI Jakarta.
Keputusan tersebut didasari keprihatinannya terhadap kondisi pembinaan sepak bola Jakarta yang dinilai belum menunjukkan perkembangan optimal dalam beberapa tahun terakhir.
Dia menyoroti kegagalan tim sepak bola Jakarta tampil pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumatera Utara 2024. Menurut dia, absennya Jakarta pada ajang olahraga nasional tersebut menjadi catatan penting yang perlu segera dievaluasi.
“Pada saat saya Ketua DPRD, ada PON di Aceh dan Sumut. Saya bertanya kepada KONI, kok tidak ada sepak bola Jakarta. Fasilitas begitu banyak, tetapi kita tidak bisa masuk. Tingkat PON saja tidak masuk,” kata Prasetyo dalam keterangannya, Kamis (11/6).
Mantan Ketua DPRD DKI Jakarta itu menilai kondisi tersebut tidak sejalan dengan status Jakarta sebagai ibu kota sekaligus daerah yang memiliki fasilitas olahraga relatif lengkap dibandingkan banyak provinsi lain.
Menurut Prasetyo, pembenahan sepak bola Jakarta harus dimulai dari sistem pembinaan yang berkelanjutan. Kompetisi usia dini dan jenjang pembinaan pemain dinilai menjadi fondasi utama untuk meningkatkan kualitas sepak bola di tingkat daerah.
Ia menegaskan bahwa tanpa pembangunan kompetisi yang terstruktur sejak sekarang, Jakarta akan semakin tertinggal dari daerah lain yang lebih serius mengembangkan sepak bola usia muda.
“Saya sampaikan kepada teman-teman KONI, kalau ini tidak dibangun dari sekarang, kompetisinya tidak dibangun dari sekarang, Jakarta tidak akan punya apa-apa,” ujarnya.
Sosok yang akrab disapa Om Pras ini mengaku memiliki kedekatan dengan dunia olahraga dan ingin berkontribusi lebih besar dalam memperbaiki prestasi sepak bola Jakarta. Karena itu, ia memutuskan untuk ikut dalam bursa pemilihan Ketua Asprov PSSI DKI Jakarta yang saat ini masih dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt).
“Karena jiwa saya adalah jiwa olahraga. Saya ingin memberanikan diri, ke depan saya ingin maju sebagai calon Ketua Asprov PSSI DKI Jakarta,” kata dia.
Menurut Prasetyo, keberhasilan Jakarta meraih prestasi dalam berbagai cabang olahraga akan terasa belum lengkap tanpa pencapaian dari sepak bola. Ia berharap pembinaan yang lebih serius dapat mengembalikan prestasi sepak bola ibu kota di tingkat nasional.
“Kalau PON menang tetapi tidak ada sepak bolanya, rasanya kurang lengkap. Kalau juara umum dan sepak bolanya juga berprestasi, itu baru lengkap,” tutur Prasetyo.

