Intime – Tim SAR gabungan memperpanjang operasi pencarian terhadap delapan orang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Banten, selama tiga hari ke depan.
Kedelapan orang tersebut terdiri dari lima jurnalis dan tiga warga yang berada di dalam kapal cepat Arupadhatu 1. Kapal tersebut dilaporkan hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan, keputusan memperpanjang pencarian diambil setelah tim melakukan evaluasi terhadap operasi SAR yang telah berlangsung selama tujuh hari.
Keputusan tersebut kemudian dibahas dalam rapat Tim SAR Gabungan. Hasil evaluasi menunjukkan keberadaan delapan orang yang dicari belum berhasil ditemukan.
“Hasil evaluasi operasi SAR yang hari ketujuh yang kita laksanakan masih nihil, dan hasil rapat Tim SAR Gabungan kita akan lanjutkan pencarian selama tiga hari ke depan,” kata Al Amrad, Selasa (15/9).
Dengan keputusan tersebut, tim SAR gabungan akan kembali mengoptimalkan pencarian terhadap seluruh penumpang yang berada di dalam Arupadhatu 1.
Pencarian akan dilanjutkan di wilayah perairan sekitar Gunung Anak Krakatau dan area yang dinilai memiliki kemungkinan menjadi lokasi keberadaan para korban.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan perpanjangan operasi SAR dimungkinkan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Menurut dia, operasi pencarian pada dasarnya dilakukan selama tujuh hari. Namun, masa pencarian dapat diperpanjang dengan mempertimbangkan sejumlah kondisi, termasuk permintaan keluarga maupun pemerintah daerah.
“Waktu pencarian tertera tujuh hari, namun dapat diperpanjang atas beberapa sebab, salah satunya atas permintaan keluarga dan juga permintaan dari pemerintah daerah setempat,” ujar Andra.
Atas pertimbangan tersebut, Pemerintah Provinsi Banten meminta Basarnas melanjutkan operasi pencarian dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Andra juga meminta dukungan Polda Banten, Lanal Banten, serta berbagai unsur terkait di Provinsi Banten untuk mengoptimalkan upaya pencarian selama masa perpanjangan.
“Kita maksimalkan dan kemudian kita berupaya untuk bisa menemukan saudara-saudara kita,” kata Andra.
Tim SAR gabungan diharapkan dapat memanfaatkan tambahan waktu tiga hari tersebut untuk memperluas dan mengoptimalkan pencarian delapan orang yang hingga hari ketujuh belum diketahui keberadaannya.

