Partai Republik Kalah Telak di Pemilu Sela AS, Donald Trump Meradang dan Tuding Ada Kecurangan

Intime – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meluapkan kekesalannya atas kekalahan telak Partai Republik dalam pemilu sela yang digelar pada 3 November. Trump yang semula memberikan respons tenang secara mengejutkan, kini melontarkan tuduhan kecurangan dan emosi tak terbendung.

Sesaat setelah penghitungan suara awal, Trump sempat menerima hasil pemilu dan mengucap selamat kepada Partai Demokrat yang meraih kemenangan besar. Partai lawan sukses merebut kendali penuh atas Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Senat AS. Trump bahkan memberikan pujian langka dengan menyebut Partai Demokrat telah bekerja dengan baik.

Namun, sikap kooperatif tersebut sirna hanya dalam hitungan hari. Seperti dilansir AFP, Jumat (6/11), Trump melontarkan pernyataan keras di Gedung Putih dengan mengklaim bahwa proses pemungutan suara telah dimanipulasi secara masif oleh lawan politiknya.

“Pemilu kita sangat curang, Anda tidak akan bisa membayangkannya,” ujar Trump saat memberikan keterangan kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih, Kamis (5/11) waktu setempat.

Kekesalan Trump memuncak seiring kekalahan mengejutkan Partai Republik di basis terkuat mereka, seperti negara bagian Mississippi. Di wilayah tersebut, kandidat Partai Demokrat Scott Colom berada di ambang kemenangan untuk merebut kursi Senat.

Sementara itu di Alaska, kandidat petahana dari Partai Republik juga terpantau tertinggal dalam perolehan suara.

Berdasarkan data akhir pemilu sela, Partai Demokrat dipastikan menguasai minimal 54 kursi Senat AS, meninggalkan Partai Republik yang hanya memperoleh 44 kursi. Di tingkat DPR, Partai Demokrat mengamankan lebih dari 250 dari total 435 kursi. Capaian ini menjadi rekor kemenangan terbesar Partai Demokrat dalam dua dekade terakhir.

Tak berhenti di situ, Trump mengambinghitamkan kemenangan Partai Demokrat atas merosotnya bursa saham AS pada Kamis sore. Melalui unggahan di media sosial Truth Social, ia menuding kepanikan pasar finansial terjadi murni akibat ulah partai oposisi.

“Pasar saham anjlok hari ini karena Dumocrat menang besar pada Selasa (3/11) Sungguh menyedihkan, kalian hanya bisa menyalahkan diri sendiri!” kata Trump dengan istilah sindiran.

Pengamat ekonomi menilai koreksi tajam saham, khususnya indeks Nasdaq yang mencatat penurunan terburuk sejak April 2025, terjadi akibat kekhawatiran investor atas wacana pembatasan investasi pusat data kecerdasan buatan (AI). Proyek data center memang menjadi sorotan tajam dan kerap ditolak para pemilih dari kedua kubu.

“Pasar saham mengalami salah satu hari terburuk dalam sejarah akibat hasil pemilu. Sungguh menyedihkan untuk disaksikan!” lanjut Trump di unggahan lain.

Dalam rentetan keluhannya, Trump mengklaim hasil pemilu akan berbeda jika dirinya ikut dalam lembaran surat suara. Ia menegaskan, pemilu sela kali ini hanya memperbutkan 435 anggota DPR, 35 Senator, serta sejumlah posisi kepala daerah.

“SAYA TIDAK MASUK DALAM SURAT SUARA. SEANDAINYA SAYA MASUK, KITA PASTI MENANG TELAK!” tulisnya menegaskan.

Trump juga menyalahkan media pendukungnya, Fox News, karena dinilai memberi panggung pada tokoh oposisi seperti mantan Wali Kota New York Bill de Blasio.

“Fox News memikul tanggung jawab atas kekalahan ini karena terus-menerus menampilkan kubu oposisi dari Dumocrat, dan bahkan lebih buruk lagi,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini