spot_img

Pedagang di Bekasi Merugi Imbas Mati Lampu Bergilir, Pembeli Ikut Berkurang

Intime – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi pada Kamis (18/6) dikeluhkan warga. Gangguan tersebut tak hanya menghambat aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada pendapatan para pelaku usaha kecil.

Dilla (38), warga Jatimulya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, mengaku listrik di wilayahnya padam sebelum pukul 20.00 WIB. Sebagai penjual kopi rumahan, ia khawatir bahan makanan dan minuman yang disimpan di lemari pendingin rusak.

“Es-nya jadi pada cair, belum lagi kalau lama pemadamannya. Bisa basi nantinya,” kata Dilla, Jumat (19/6)

Menurutnya, frekuensi pemadaman yang cukup sering juga berpotensi merusak peralatan elektronik di rumah.

“Belum lama ini mati lampu. Sekarang mati lampu lagi. Kadang kalau terlalu sering ada aja barang yang korslet,” ujarnya.

Dilla berharap PLN dapat memberikan pemberitahuan lebih awal agar para pelaku usaha dapat mengantisipasi kerugian dengan mengurangi stok bahan yang mudah rusak.

Dia juga mengaku omzet penjualan menurun selama listrik padam.

“Kalau mati lampu begini biasanya jarang ada yang beli. Orang juga pada malas keluar. Pendapatan pasti berkurang,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Riza (28), pedagang ayam goreng di Kota Bekasi. Menurut dia, jumlah pembeli berkurang saat pemadaman berlangsung.

“Pembelinya otomatis berkurang. Mereka juga pada enggak mau kalau makan dalam kondisi gelap,” kata Riza.

Ia meminta PLN mempercepat perbaikan agar pemadaman tidak terus berulang.

“Tolong PLN agar bisa dipercepat perbaikannya. Masa dalam seminggu sudah lebih dari tiga kali pemadaman listrik,” ujarnya.

Sementara itu, Humas Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Bekasi Rahmat Hidayat mengatakan pemadaman terjadi akibat kendala teknis operasional pada pembangkit yang berdampak pada penurunan kapasitas suplai listrik.

Karena itu, PLN menerapkan manajemen beban secara terbatas di sejumlah wilayah untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan.

“Sehubungan dengan adanya kendala teknis operasional pada pembangkit yang menyebabkan penurunan kapasitas suplai listrik, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas di beberapa lokasi,” kata Rahmat.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini