Bang Wibi Pasang Badan untuk Pendidikan, Desak Rehabilitasi Sekolah Tak Lagi Molor

Intime – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino menunjukkan komitmennya terhadap dunia pendidikan dengan mendorong percepatan rehabilitasi gedung SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan. Menurutnya, pembangunan sekolah tidak boleh berlarut-larut karena berdampak langsung pada hak belajar dan kualitas pendidikan siswa.

Bang Wibi panggilan akrabnya menilai, keterlambatan rehabilitasi gedung sekolah selama hampir dua tahun telah memangkas waktu belajar siswa hingga dua jam setiap hari. Kondisi tersebut, kata dia, juga menimbulkan beban sosial dan psikologis bagi anak-anak maupun orang tua.

Karena itu, Bang Wibi meminta pembangunan sekolah menjadi salah satu prioritas utama dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD DKI Jakarta 2027.

“Mengenai sekolah yang sudah dibongkar dengan status direhab tapi enggak selesai-selesai. Korbannya adalah siswa didik,” ujar Bang Wibi di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (3/8).

Ketua DPW NasDem Jakarta itu juga menyoroti aktivitas belajar pada siang hari yang dinilai tidak ideal karena siswa harus mengikuti pelajaran di tengah cuaca panas. Selain itu, orang tua juga terbebani karena harus menyesuaikan waktu kerja untuk mengantar dan menjemput anak.

“Mereka masuk sekolah siang panas-panasan. Orang tuanya kerja pagi, siang harus jemput anak berangkat sekolah. Ini adalah kebijakan yang lolos dari perhatian kita semua,” tegasnya.

Bang Wibi menegaskan, pengurangan jam belajar akibat lambatnya pembangunan gedung sekolah tidak bisa dibiarkan. Ia mendesak Dinas Pendidikan DKI Jakarta segera melakukan evaluasi menyeluruh agar proses rehabilitasi dapat dipercepat.

“Bagi saya, satu jam belajar anak berkurang per hari itu tidak worth it dibandingkan pekerjaan pembangunan yang terhambat,” pungkasnya.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini