Intime – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Ketua Tim Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumatera Selatan, Titin Rita Lestari, sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait pengaturan temuan BPK. Penetapan itu merupakan pengembangan dari operasi tangkap tangan (OTT) yang sebelumnya menjerat Bupati Muara Enim, Edison.
Titin tampak mengenakan rompi oranye tahanan KPK dan tangan terborgol setelah menjalani pemeriksaan pascaoperasi senyap yang dilakukan pada Rabu (10/6). Saat digiring menuju rumah tahanan, ia membantah menerima uang dalam perkara tersebut.
“Ini enggak adil. Saya cuma pelaksana,” kata Titin.
Ketika ditanya mengenai dugaan keterlibatan Anggota BPK V Bobby Adhityo Rizaldi, termasuk kemungkinan adanya aliran dana, Titin tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.
“Saya pelaksana saja,” ujarnya singkat.
Selain Titin, KPK juga dikabarkan menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka usai gelar perkara yang dilakukan pada Rabu malam. Mereka ialah Bupati Muara Enim Edison, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim tahun 2026 Abi Nurwardani, serta seorang pihak swasta bernama Angga.
Angga disebut-sebut merupakan orang kepercayaan anggota BPK V Bobby Adhityo Rizaldi.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan dugaan suap berasal dari Pemerintah Kabupaten Muara Enim kepada pihak BPK. Menurut dia, pemberian tersebut berkaitan dengan temuan pemeriksaan BPK atas sejumlah pengadaan barang.
“Dugaan pemberian ini berkaitan dengan temuan BPK dalam pengadaan, salah satunya Smart TV,” kata Budi.
Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan 11 orang. Dari jumlah itu, lima orang merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di lingkungan BPK.
Sebelumnya, KPK bersama Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri melakukan joint investigation dalam OTT pada Senin (8/6). Operasi itu berujung pada penetapan empat tersangka, yakni Bupati Muara Enim Edison, Abi Nurwardani, Adi Triyadi selaku orang kepercayaan sekaligus keponakan Edison, serta Cory Erin Hardi selaku marketing PT Millenium Solusi Abadi.

