spot_img

Pengamat Nilai Sikap Politik PDIP Cerminkan Strategi Main Aman Pascakehilangan Kekuasaan

Intime – Direktur Eksekutif NSL Political Consultant and Strategic Campaign, Nasarudin Sili Luli, menilai posisi politik PDI Perjuangan (PDIP) pasca-Pemilu 2024 menunjukkan kecenderungan strategi political hedging atau bermain aman dalam menghadapi konstelasi kekuasaan yang berubah.

Menurut Nasarudin, PDIP saat ini berada pada posisi yang unik sekaligus kompleks. Di satu sisi, partai berlambang banteng moncong putih itu tidak secara tegas menyatakan diri sebagai oposisi. Namun, di sisi lain, PDIP juga tidak bergabung dalam koalisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“PDIP berada pada posisi yang unik sekaligus kompleks,” kata Nasarudin dalam keterangannya, Selasa (23/6).

Ia menilai sikap tersebut tidak terlepas dari pengalaman PDIP yang selama satu dekade menjadi partai penguasa. Kedekatan dengan birokrasi pemerintahan, menurut dia, membuat PDIP menghadapi tantangan dalam beradaptasi dengan peran baru di luar kekuasaan eksekutif.

“Ketika kemudian memilih berada di luar pemerintahan walaupun tidak secara tegas mengatakan sebagai oposisi, PDIP seolah menghadapi kendala adaptasi terhadap peran oposisi yang sebelumnya jarang mereka jalankan secara penuh,” ujarnya.

Dalam situasi tersebut, lanjut Nasarudin, muncul kesan bahwa PDIP menjalankan peran “setengah oposisi” dengan menjaga jarak dari pemerintah, namun tetap melontarkan kritik terhadap sejumlah kebijakan.

Salah satu contohnya, kata dia, adalah sikap kritis terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG), tanpa disertai langkah oposisi yang bersifat konfrontatif.

Menurut Nasarudin, posisi yang ambigu tersebut dipengaruhi kebutuhan menjaga soliditas internal partai serta perubahan struktur kekuasaan yang tidak lagi menguntungkan PDIP.

Ia menilai persepsi publik mengenai sikap “abu-abu” PDIP lebih merupakan konsekuensi dari dilema strategi internal partai daripada akibat tekanan pihak luar.

“Jika hari ini muncul kesan bahwa sikap politik PDIP abu-abu, itu lebih merupakan refleksi dari krisis positioning dan strategi political hedging internal PDIP,” kata Nasarudin.

Ia menambahkan, partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu tengah menghadapi proses penataan ulang identitas politik di tengah perubahan peta kekuasaan nasional yang berlangsung dinamis.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini