PKB soal Penurunan Foto Gibran di DPRD DIY: Sudah Tidak Pantas Ditaruh di Atas

Intime – Aksi penurunan foto Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka oleh massa Forum Kebangsaan Yogyakarta di Ruang Badan Anggaran (Banggar) Gedung DPRD DIY memicu sorotan publik. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menilai aksi tersebut sebagai bahasa simbolik dari kejenuhan masyarakat.

Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid menganggap penurunan foto resmi orang nomor dua di Indonesia tersebut menggambarkan aspirasi warga yang menilai sosok Wapres sudah tidak relevan dipajang di tempat terhormat.

“Jogja kota budaya, pekikan kita turunkan berhala, itu bahasa simbolik Wapres sudah tidak pantas ditaruh di atas,” ujar Jazilul Fawaid kepada wartawan, Jumat (6/11).

Jazilul berpandangan bahwa tindakan massa di Jogja merupakan ekspresi nyata atas putusan hukum yang dinilai meragukan keabsahan posisi Wapres. Menurutnya, hal itu menjadi reaksi de facto masyarakat atas persyaratannya yang dianggap batal demi hukum usai putusan Mahkamah Agung.

“Itu salah satu bentuk ekspresi ‘de facto’ dari putusan MA sudah jelas persyaratannya batal demi hukum. Mungkin saja kejadian Jogja akan merembet ke daerah lainnya,” kata Jazilul menambahkan.

Aksi penurunan foto tersebut terjadi pada Rabu (4/11) sebelum audiensi massa bersama DPRD DIY dimulai. Sejumlah orang mendatangi foto Gibran yang tergantung di sisi kanan mimbar utama lalu menurunkannya.

“Bismillahirohmanirohim, kita turunkan berhala!,” seru salah seorang peserta aksi saat melepas bingkai foto Gibran dari dinding, seperti diberitakan detikjogja.

Massa lantas meletakkan foto tersebut di lantai dan berswafoto bersama, sembari mengingatkan agar bingkai foto tidak dirusak secara fisik. Aksi ini mendapat dukungan dari para penggerak Forum Kebangsaan Yogyakarta yang dipandani sejumlah aktivis dan tokoh lokal.

Pembina Forum Kebangsaan Yogyakarta, Muhammad Chirzin, mengonfirmasi bahwa aksi penataan ulang foto di ruang sidang tersebut membawa pesan politik yang sangat tegas.

“Penurunan foto Gibran di ruang sidang DPRD DIY mengandung pesan penurunan Gibran harga mati,” tegas Muhammad Chirzin menanggapi alasan utama aksi yang digelar bersama mantan Wakil Wali Kota Jogja Syukri Fadholi tersebut.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini