Intime – Presiden Paraguay Santiago Peña mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan kepala negara pada Kamis (5/11).
Langkah drastis ini diambil setelah runtuhnya bank digital ueno memicu gelombang demonstrasi hebat serta tekanan politik yang melumpuhkan jalannya roda pemerintahan.
Peña mengonfirmasi keputusannya melalui tayangan pidato video di tengah desakan bertubi-tubi dari kelompok oposisi dan aksi unjuk rasa massa di jalanan. Ia menegaskan bahwa pengunduran diri tersebut terpaksa dilakukan demi menjaga stabilitas nasional serta menyelamatkan demokrasi negara.
“Keputusan ini diambil demi pertimbangan stabilitas negara, perdamaian sosial, serta kebutuhan untuk menjaga institusi-institusi demokrasi,” ujar Peña, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (6/11).
Skandal ueno melumpuhkan ekosistem keuangan Paraguay lantaran sekitar 3 juta nasabah mendadak tidak dapat mengakses dana simpanan mereka.
Angka tersebut mencakup hampir separuh dari total populasi Paraguay yang berkisar 6,5 juta jiwa. Kejatuhan bank digital terbesar itu berujung pada pengunduran diri Kepala Bank Sentral Paraguay serta penahanan delapan eksekutif ueno oleh aparat kepolisian.
Sentimen negatif ini merembet cepat ke pasar modal global, ditandai dengan kemerosotan tajam harga obligasi internasional pemerintah Paraguay. Kondisi ini merusak reputasi Paraguay yang selama ini dikenal sebagai destinasi investasi asing yang stabil, terutama bagi kawasan Amerika Latin dan investor asal negara tetangga, Brasil.
Sebelum pidato pengunduran diri Peña disiarkan, kubu oposisi di Kongres telah menjadwalkan sidang luar biasa untuk mengulirkan pemakzulan. Posisi Peña makin terdesak akibat hilangnya dukungan dari para politikus konservatif yang bermitra di dalam partai pengusungnya sendiri.
Meskipun Peña telah menyatakan mundur, Majelis Rendah Kongres tetap menggelar pemungutan suara dan menyetujui mosi pemakzulan terhadap Peña, namun menolak mosi pemakzulan untuk Wakil Presiden Pedro Alliana. Dengan demikian, Alliana diproyeksikan naik menggantikan posisi presiden.
Kendati demikian, proses pemakzulan dan surat pengunduran diri Peña harus melalui persetujuan Senat terlebih dahulu, yang berpotensi menunda pelantikan resmi Alliana.
Dinamika politik ini bersumber dari rekam jejak hubungan bisnis Peña dengan ueno. Ekonom yang memenangi Pemilu 2023 tersebut pernah memegang saham di Grupo Vázquez, entitas induk pemegang saham ueno hingga Maret 2025.
Parlemen menuding Peña melakukan konflik kepentingan, menyalahgunakan dana pensiun, serta berupaya menutupi krisis lembaga keuangan tersebut.
Di lain pihak, Bank Sentral Paraguay telah mengambil alih operasional ueno akibat pelanggaran ambang batas solvabilitas minimum. ueno sendiri semula berkembang pesat dari perusahaan fintech menjadi bank kelas menengah yang mengelola dana publik hingga mencapai 850 juta dolar AS.
Peña membantah tuduhan konspirasi dan menyebut persoalan regulasi finansial ini telah dipolitisasi secara berlebihan oleh para rival politiknya.

