10 Nama Dicalonkan Jadi Pahlawan Nasional 2026, Ada Kakek Prabowo dan Wartawan Udin

Intime – Kementerian Sosial (Kemensos) resmi mengerucutkan sepuluh nama tokoh terbaik bangsa untuk diusulkan menerima gelar Pahlawan Nasional pada peringatan Hari Pahlawan, 10 November 2026.

Daftar usulan tersebut telah diserahkan secara resmi kepada Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK).

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan bahwa pengiriman sepuluh nama tersebut merupakan tahapan formal sebelum disaring lebih lanjut oleh Dewan GTK dan diteruskan kepada Presiden Prabowo Subianto selaku pemegang wewenang akhir penetapan.

“Secara formal sudah kami kirimkan ke Dewan Gelar terakhir dua hari yang lalu untuk kemudian tentu diteliti kembali sekali lagi oleh Dewan Gelar sebelum diteruskan ke Presiden,” kata Mensos yang akrab disapa Gus Ipul di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Kamis (5/11).

Gus Ipul belum membeberkan secara terperinci seluruh identitas dari sepuluh figur tersebut. Meski demikian, ia memastikan para calon pahlawan nasional ini berasal dari latar belakang pengabdian yang sangat beragam, mencakup tokoh perjuangan, ekonomi, hingga insan pers.

Di antara nama yang masuk dalam daftar usulan tersebut, Gus Ipul membenarkan keberadaan ekonom legendaris pendiri Bank Negara Indonesia (BNI), Raden Mas Margono Djojohadikusumo.

Margono, yang juga merupakan kakek dari Presiden Prabowo Subianto, diusulkan atas rekam jejaknya dalam membangun fondasi keuangan serta perekonomian nasional pada awal kemerdekaan.

“Iya (benar masuk usulan). Semua yang telah memenuhi syarat kita teruskan ke Dewan Gelar, termasuk nama Pak Margono,” tegas Gus Ipul menanggapi pertanyaan wartawan.

Pengusulan Margono berawal dari aspirasi bottom-up masyarakat melalui Paguyuban Seruan Eling Banyumasan sejak Maret 2025.

Proses tersebut lantas mengantongi verifikasi berlapis di tingkat daerah hingga mengantongi rekomendasi resmi Gubernur Jawa Tengah pada 6 April 2026 sebelum diserahkan ke Kemensos.

Selain tokoh perbankan nasional tersebut, nama jurnalis harian Bernas Yogyakarta, Fuad Muhammad Syafruddin alias Udin, turut diusulkan menjadi pahlawan nasional.

Wartawan yang tewas dibunuh pada era Orde Baru pada 1996 itu dinilai menjadi simbol kebebasan pers dan keberanian membela kebenaran.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini