Intime – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo angkat bicara mengenai rencana penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) BUMD PAM Jaya.
Pramono menyebut rencana korporasi tersebut belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat mengingat kondisi pasar modal nasional yang masih lesu.
Kata dia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memilih bersikap hati-hati dan menunggu momentum yang paling tepat sebelum resmi melepas saham perusahaan air minum daerah tersebut ke publik.
“Untuk IPO karena pasarnya lagi lesu dan juga lagi seperti ini, tentunya menunggu momen yang tepat,” kata Pramono saat memberikan keterangan di Balai Kota Jakarta, Senin (2/11).
Meski eksekusi di bursa saham harus tertunda, mantan Sekretaris Kabinet itu memastikan bahwa persiapan menuju IPO PAM Jaya tidak dihentikan.
Pramono telah meminta secara langsung kepada Direktur Utama beserta seluruh jajaran direksi PAM Jaya untuk terus mematangkan langkah strategis penawaran saham perdana tersebut.
“Tapi saya sudah minta kepada Dirut dan juga Direksi PAM Jaya bahwa rencana ini tetap diteruskan, jangan berhenti,” ujar Pramono menegaskan jajarannya.
Politikus PDI Perjuangan ini menaruh harapan besar agar kondisi dan iklim investasi pasar modal dapat kembali pulih pada tahun mendatang. Jika iklim pasar saham dinilai sudah membaik dan kondusif pada 2027, Pemprov DKI Jakarta bersiap memberikan persetujuan bagi PAM Jaya untuk segera melantai di bursa.
“Nanti momentumnya pasti mudah-mudahan harapannya tahun depan pasarnya sudah membaik, dan kalau pasarnya sudah membaik, saya akan mempersilakan untuk di-IPO-kan,” pungkasnya.

